Kolaborasi Kalbar-Sarawak Dorong Ekonomi Perbatasan Berkelanjutan
- 01 Agt 2025 22:43 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pertemuan antara Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan dengan Deputy Premier of Sarawak, Datuk Amar Haji Awang Tengah, membahas peluang kolaborasi strategis di bidang perdagangan, investasi, dan pembangunan kawasan perbatasan.
Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia Komtap Perbatasan Bidang Ekonomi dan Investasi, Fahmi, menilai pertemuan itu sebagai sinyal positif menuju akselerasi pembangunan perbatasan yang berkelanjutan.
“Pertemuan ini menjadi harapan baru. Pemerintah Sarawak tengah mendorong pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ini sejalan dengan percepatan pembangunan di Kalimantan Barat,” ujar Fahmi, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, percepatan ini memerlukan role model yang memiliki visi pembangunan yang sama. Saat ini, roadmap kolaborasi dalam satu hingga dua tahun ke depan sedang dalam tahap persiapan.
Sebagai langkah awal, Kadin Indonesia bersama Sarawak Chambers akan membentuk task force atau tim khusus. Tim ini akan fokus pada pelaksanaan perdagangan lintas batas Entikong–Tebedu yang menjadi jalur utama interaksi kedua wilayah.
Fahmi menambahkan, Pemerintah Sarawak kini tengah membenahi kawasan perbatasannya, sementara Kalbar tinggal melakukan percepatan. Jika semua aspek telah terpenuhi, pembentukan Zona Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah ini bukanlah hal yang mustahil.
“Bahkan mereka berkeinginan membangun pabrik manufaktur di Kalbar. Dukungan pemprov Kalbar sangat dibutuhkan, termasuk dalam hal tenaga kerja dan bahan baku,” jelasnya.
Tak hanya itu, pelaku UMKM dari kedua wilayah juga akan dilibatkan dalam skema kolaboratif yang sedang disusun.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya besar membangun ekosistem ekonomi lintas batas yang saling menguntungkan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....