Kolaborasi Pemkab Kubu Raya, TNI, dan Polri Pastikan Ketersediaan Air Bersih
- 14 Sep 2026 14:33 WIB
- Pontianak
Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar rapat koordinasi terkait cadangan dan pendistribusian air layak konsumsi serta air bersih di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Senin, 14 September 2026. Rakor tersebut membahas langkah mitigasi untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau dan kekeringan.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, pemerintah daerah bersama jajaran TNI, Polri, dan seluruh elemen terkait harus membagi fokus dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi saat ini. Menurutnya, terdapat tiga hal utama yang harus menjadi perhatian, yakni penanganan kebakaran hutan dan lahan, penyiapan sumber air baku untuk kebutuhan air layak konsumsi dan air bersih, serta memastikan seluruh program pemerintahan tetap berjalan.
“Kita harus bisa membelah isi kepala kita menjadi tiga. Pertama, memikirkan penanganan kebakaran lahan. Kedua, menyiapkan sumber air baku untuk air layak konsumsi dan air bersih. Ketiga, memastikan seluruh program pemerintah tetap berjalan,” ujar Sujiwo seusai rakor.
Ia menjelaskan, dari sisi ketersediaan cadangan air layak konsumsi, kondisi Kubu Raya relatif aman. Hal itu karena langkah mitigasi telah dilakukan sejak jauh-jauh hari melalui kerja sama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan sejumlah elemen lainnya.
Salah satu dukungan berasal dari PT Alas Kusuma yang mampu memproduksi sekitar 150 ribu liter air per hari. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah waduk sebagai sumber cadangan air, di antaranya Waduk Hose, waduk di kawasan Taman Makam Pahlawan, waduk di Batalion Paraku, serta satu waduk lainnya yang dinilai potensial.
“Empat waduk itu kalau terjadi kemarau sampai satu tahun sekalipun, kita masih aman dari sisi cadangan airnya. Tinggal bagaimana kita menyiapkan instalasi pengolahan air atau water treatment di waduk tersebut,” jelasnya.
Sujiwo menambahkan, pemerintah tidak mungkin membangun instalasi pengolahan air secara mendadak ketika kondisi darurat telah terjadi. Karena itu, sejumlah unit mobil pengolahan air telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Saat ini, terdapat unit mobil water treatment dari Brimob, Kodim, balai terkait, dan Batalion Paraku. Empat unit tersebut dapat mengolah air menjadi air layak konsumsi dengan kapasitas sekitar 150 ribu liter. Selain itu, tersedia pula dua kendaraan roda tiga atau tosa water treatment untuk mendukung operasional di lapangan.
“Kita sudah melakukan mitigasi untuk menyiapkan air minum maupun air bersih. Kenapa? Karena kita sadar bahwa air adalah sumber kehidupan. Ketika mitigasi tidak dilakukan dengan baik, ini bisa menjadi tragedi kemanusiaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi kemarau. Ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan kesabaran, doa, serta semangat gotong royong.
Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar memenuhi standar kelayakan. Pemerintah daerah, kata dia, akan membentuk tim bersama jajaran terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap depot-depot air minum guna mencegah beredarnya air yang mengandung bakteri, seperti E. coli, maupun kandungan kimia berbahaya lainnya.
“Walaupun sekarang sudah ada rasa payau, tidak apa-apa, yang penting bebas dari bakteri. Termasuk kandungan-kandungan kimia lainnya. Boleh kita mencari keuntungan dalam situasi seperti ini, tetapi kemanusiaan juga harus dikedepankan,” katanya.
Sementara itu, Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf Robbi Firdaus menyatakan kesiapan jajarannya untuk membantu pemerintah daerah dalam menangani kekeringan. Kodim 1207/Pontianak memiliki empat mobil pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk mengangkut air dari sumber air menuju lokasi masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Kodim juga memiliki satu unit mobil water treatment bantuan BNPB. Dukungan tambahan juga tersedia dari Kodam XII/Tanjungpura berupa dua unit mobil water treatment yang dapat dikerahkan sesuai kebutuhan dan permintaan.
“Kodim 1207/Pontianak, atas perintah Pangdam XII/Tanjungpura, selalu berkolaborasi dan mendukung pemerintah daerah, khususnya dalam mengatasi kekeringan ini,” ujar Robbi.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia Robinson mengatakan, jajaran Polres Kubu Raya bersama Polda Kalimantan Barat, Kodim, dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah melakukan berbagai langkah penanganan karhutla sekaligus membantu masyarakat yang mengalami kekeringan.
Menurutnya, Polres Kubu Raya mendistribusikan air bersih kepada masyarakat dengan memanfaatkan kendaraan Armored Water Cannon atau AWC berkapasitas 6.000 liter. Air tersebut bersumber dari PT Alas Kusuma. Selain itu, terdapat satu kendaraan lain dengan kapasitas 2.000 liter yang juga digunakan untuk penyaluran air.
“Total ada 8.000 liter air yang kami sediakan kepada masyarakat setiap harinya. Semoga dapat dimanfaatkan warga Kubu Raya dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
(DiskominfoKKR/IKP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....