Kubu Raya Siapkan Mitigasi Sumber Air Hadapi Kekeringan
- 11 Sep 2026 21:17 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memprioritaskan penanganan kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung. Kesiapan anggaran, dukungan operasional, hingga penyediaan sumber air baku menjadi bagian penting yang dibahas dalam pertemuan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Pembahasan penggunaan anggaran bantuan penanggulangan bencana tersebut digelar di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Jumat, 11 September 2026. Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan, anggaran yang tersedia harus dimanfaatkan secara tepat dengan mengutamakan kebutuhan paling mendesak di lapangan.
Menurut Sujiwo, selain kebutuhan operasional penanganan bencana, perhatian juga harus diberikan kepada personel yang bekerja di lapangan, termasuk jajaran BPBD sebagai bagian dari unsur penanganan bencana daerah.
Ia menilai dukungan terhadap petugas penting untuk menjaga semangat dan efektivitas kerja, mengingat intensitas penanganan karhutla dan kekeringan masih cukup tinggi.
“BPBD juga harus diperhatikan. Jangan sampai kita memikirkan yang lain, tetapi internal kita sendiri tidak terperhatikan,” ujar Sujiwo.
Di sisi lain, Sujiwo memastikan kebutuhan air menjadi perhatian khusus. Ia menyebut pasokan air untuk masyarakat diupayakan tidak membebani anggaran bantuan, sementara biaya operasional distribusi tetap menjadi bagian yang perlu diperhitungkan.
“Kita masih zero untuk penggunaan anggaran airnya. Kalau operasionalnya nanti kita back-up. Termasuk dengan Alas Kusuma, saya pastikan untuk airnya zero,” katanya.
Untuk memperkuat pasokan, pemerintah daerah juga mengandalkan dukungan sejumlah pihak melalui kendaraan water treatment. Sujiwo memperkirakan empat unit kendaraan pengolahan air yang berasal dari unsur Brimob, Pasgat/TNI AU, serta BP-BPK dapat menghasilkan pasokan air dalam jumlah besar apabila seluruhnya beroperasi optimal.
Dengan dukungan tersebut, perhatian pemerintah kini diarahkan pada ketersediaan sumber air baku. Sujiwo mengatakan pencarian dan penyiapan sumber air alternatif terus dilakukan, termasuk melalui pendalaman sumber air yang dinilai potensial.
Ia menyebut sejumlah titik sedang dipersiapkan untuk menjadi sumber pasokan, dengan mempertimbangkan kualitas air dan kemungkinan pengaruh intrusi air asin. Pemeriksaan terhadap kondisi sumber air menjadi penting agar air yang diolah nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sekarang tinggal sumber airnya. Makanya kita mesti siapkan. Kalau sumber air bakunya terpenuhi, mitigasi kita bisa berjalan,” ujarnya.
Menurut Sujiwo, kebutuhan air saat ini sudah menjadi persoalan yang sangat dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Ia mengaku melihat langsung kondisi warga yang harus menunggu pasokan air dan bahkan mulai kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Dapat air satu galon itu sudah seperti mendapat barang emas. Dipeluknya seperti itu, nunggunya seperti itu,” ungkapnya menggambarkan kondisi warga.
Ia mengatakan di sejumlah titik masyarakat bahkan mulai kesulitan untuk mandi karena persediaan air semakin terbatas. Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera diantisipasi bersama agar kekeringan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Karena itu, Sujiwo menegaskan pemerintah daerah akan terus bergerak mencari sumber air alternatif sekaligus memastikan distribusi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan TNI, Polri, BPBD, dunia usaha dan pihak terkait lainnya dinilai menjadi kunci dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Yang paling penting sekarang sumber air bakunya. Kita harus terus mencari dan menyiapkan alternatif, karena kebutuhan masyarakat sudah sangat mendesak,” tegasnya.
(DiskominfoKKR/IKP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....