Pemkab Kubu Raya Perkuat Ikhtiar Hadapi Karhutla dan Kekeringan

  • 09 Sep 2026 10:54 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya – Di tengah kondisi karhutla, kabut asap dan kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama jajaran Forkopimda, Ulama dan ASN kembali melakukan ikhtiar melalui salat istisqa dan doa bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu, 9 September 2026.

Salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar Pemkab Kubu Raya bersama para ulama, TNI, Polri dan seluruh unsur pemerintahan untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca yang masih kering serta kabut asap akibat karhutla yang berdampak terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan apresiasi kepada para ulama yang telah hadir dan bersama-sama memimpin serta mengikuti salat istisqa dan doa bersama. Menurutnya, berbagai upaya penanganan di lapangan harus terus berjalan, namun di sisi lain manusia juga perlu memohon pertolongan kepada Allah SWT.

“Allah itu Maha segala-galanya. Kalau Allah menghendaki, kapan saja hujan bisa turun. Dengan kita menghamba, merendahkan diri dan bermunajat bersama, mudah-mudahan Allah segera mengabulkan doa kita,” ujar Sujiwo.

Ia mengatakan, hujan yang sebelumnya turun juga turut membantu meredakan kondisi karhutla, meskipun sebagian merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, menurutnya, seluruh upaya tersebut tetap tidak terlepas dari kehendak Allah SWT.

“Walaupun dilakukan rekayasa dan modifikasi cuaca, kalau Allah tidak mengizinkan, tidak akan menjadi curah hujan. Karena Allah berkehendak, akhirnya hujan itu turun dan cukup membantu meredakan kondisi,” katanya.

Sujiwo menegaskan, pemerintah bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla tidak boleh berhenti berupaya. Selama lebih dari dua bulan, personel TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan pemadam swasta, pemerintah serta berbagai pihak lainnya terus bekerja siang dan malam menangani kebakaran di lapangan.

“Kita tidak boleh lelah, terutama saya dan jajaran. Kita tidak boleh menyerah. Memang cukup melelahkan, tetapi teman-teman TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan pemadam swasta dan semua yang ada di lapangan sudah lebih dari dua bulan berjibaku siang dan malam,” tuturnya.

Menurut Bupati, kondisi karhutla dan kekeringan juga memberikan dampak terhadap penyelenggaraan pemerintahan karena perhatian pemerintah daerah harus terbagi dengan berbagai persoalan masyarakat lainnya. Ia menyebut sekitar 60 persen fokusnya saat ini diarahkan pada penanganan bencana kekeringan dan karhutla, sementara 40 persen lainnya tetap menangani sektor pembangunan dan pelayanan publik seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, perikanan dan pertanian.

“Urusan rakyat ini banyak dan macam-macam. Tetapi ketika kondisi bencana seperti ini, tentu perhatian kita harus lebih besar untuk penanganannya. Kita tidak bisa meninggalkan urusan masyarakat yang lainnya, tetapi karhutla juga tidak boleh kita abaikan,” jelasnya.

Selain karhutla, persoalan yang kini turut menjadi perhatian serius Pemkab Kubu Raya adalah ketersediaan air minum dan air bersih. Kekeringan yang berkepanjangan membuat sebagian masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air, bahkan air yang tersedia di sejumlah lokasi terasa payau dan harganya semakin mahal.

Pemkab Kubu Raya bersama berbagai pihak pun terus melakukan distribusi air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Hingga hari ketujuh penyaluran, sekitar 570 ribu liter air minum telah didistribusikan, dengan tambahan hampir 80 ribu liter pada hari pelaksanaan kegiatan.

Sujiwo mengatakan, berdasarkan kondisi saat ini, ketersediaan air masih diperkirakan relatif aman untuk sekitar satu hingga sepuluh hari ke depan. Namun, pemerintah tidak ingin menunggu hingga persediaan menipis sehingga dirinya akan kembali mencari sumber air tambahan.

“Saya hari ini akan hunting lagi, berkeliling untuk mencari sumber air minum. Kita harus mengantisipasi kalau kondisi ini berkepanjangan,” katanya.

Ia menjelaskan, air minum yang didistribusikan berbeda dengan air bersih untuk kebutuhan lainnya. Air tersebut memang diperuntukkan bagi konsumsi masyarakat, namun tetap perlu direbus sebelum diminum meskipun sebelumnya telah melalui proses pengolahan.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab Kubu Raya juga menggandeng berbagai pihak, termasuk PT Alas Kusuma, TNI, Polri, PMI, BPBD dan sejumlah instansi lainnya. Dukungan armada tangki dari TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam mempercepat distribusi air ke masyarakat.

“Ini kolaborasi yang sangat luar biasa. Saya berkomunikasi dengan jajaran TNI dan Polri karena kita membutuhkan mobil tangki untuk mengangkut air. Semuanya bergerak, dari TNI, Polri, PMI, balai, BPBD dan pihak lainnya,” ungkap Sujiwo.

Di tengah situasi tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia menekankan pentingnya kesabaran sambil terus melakukan berbagai upaya penanganan bersama.

“Seperti yang disampaikan khatib, situasi seperti ini yang paling utama adalah sabar. Bukan waktunya untuk saling menyalahkan atau memojokkan. Upaya pemerintah bersama TNI, Polri dan pihak swasta sudah maksimal,” ujarnya.

Sujiwo memastikan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait akan terus bekerja menangani karhutla, kekeringan dan persoalan air minum. Ia juga meminta masyarakat Kabupaten Kubu Raya terus memberikan dukungan dan doa agar hujan segera turun.

“Kita harus tenang, jangan panik. Yakinlah kami, TNI, Polri dan semua pihak akan terus berjuang semaksimal mungkin siang dan malam. Mohon doa seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya agar Allah segera menurunkan hujan untuk menolong kita,” pungkasnya.

(DiskominfoKKR/IKP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....