Kualitas Udara Tidak Sehat, Wali Kota Ajak Warga Pontianak Gunakan Masker

  • 24 Agt 2026 10:17 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul kualitas udara di Kota Pontianak yang masih tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Kondisi udara saat ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak.

“Saya mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan,” ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan kualitas udara 24 jam terakhir dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara AQMS Pontianak Tenggara pada Senin (24/8/2026) pukul 07.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan angka 193 atau berada pada kategori tidak sehat. Parameter kritis yang terpantau adalah PM2,5, dengan temperatur udara 25,7 derajat Celsius.

Paparan partikel halus PM2,5 dapat berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan. Karena itu, penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

“Masker ini penting untuk melindungi diri dari paparan asap. Jadi tidak menunggu sakit baru memakai masker,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat memperbanyak minum air putih, menjaga daya tahan tubuh, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, mata perih, tenggorokan sakit, atau keluhan pernapasan lainnya.

Berdasarkan data BMKG Kalimantan Barat, sebaran titik panas pada 23 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB tercatat sebanyak 956 titik panas di Kalimantan Barat. Namun tak satu pun berada di wilayah Kota Pontianak. Meski demikian, dampak asap dari karhutla di sejumlah daerah tetap memengaruhi kualitas udara di Kota Pontianak.

“Walaupun titik panas di Pontianak tidak ada, asap dari daerah lain tetap berdampak kepada warga kita. Karena itu, kewaspadaan tetap harus kita tingkatkan,” ujar Edi.

Pemerintah Kota Pontianak terus menyiagakan layanan kesehatan untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Warga yang mengalami keluhan pernapasan dapat mendatangi puskesmas terdekat, rumah sakit, atau Posko Segar di halaman PMI Kota Pontianak.

“Silakan datang ke puskesmas, rumah sakit, atau Posko Segar di halaman PMI apabila membutuhkan pemeriksaan kesehatan atau oksigen,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan, terutama di lingkungan keluarga dan sekitar tempat tinggal. Orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.

“Yang paling penting, jaga kesehatan keluarga. Gunakan masker, kurangi aktivitas luar ruangan, dan segera periksa apabila ada keluhan,” pungkasnya. (prokopim)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....