Bupati Bengkayang Hadiri Deklarasi ODF dan 3 Pilar STBM di Desa Nek Ginap

  • 12 Agt 2026 17:10 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Bengkayang - Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang, Ny. Anita Sebastianus Darwis, menghadiri Deklarasi Open Defecation Free (ODF) dan 3 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Nek Ginap, Kecamatan Monterado, Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Dalam arahannya, Bupati Sebastianus Darwis menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan titik awal perubahan perilaku masyarakat secara nyata. Ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik—seperti jalan dan jembatan—tidak akan sempurna dampaknya jika masyarakat masih menghadapi persoalan sanitasi. Oleh karena itu, kesuksesan di bidang kesehatan ini sangat membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.

Lebih lanjut, Bupati menjabarkan pilar pertama STBM, yakni setop buang air besar sembarangan (ODF). Ia mengajak seluruh warga untuk memastikan setiap rumah tangga memiliki akses jamban yang sehat dan tidak lagi memanfaatkan sungai atau kebun sebagai tempat buang air besar. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat di Kecamatan Monterado masih terdapat 1.959 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 10 desa belum berstatus ODF. Keberhasilan Desa Nek Ginap diharapkan bisa memacu desa-desa tersebut untuk segera mendeklarasikan diri.

Terkait pilar kedua dan ketiga, Bupati menekankan pentingnya budaya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT). Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir harus menjadi rutinitas wajib di lingkungan keluarga maupun fasilitas umum untuk mencegah penularan penyakit. Selain itu, masyarakat juga diedukasi agar selalu memastikan pengolahan, penyimpanan, dan penyajian air serta makanan dilakukan dengan higienis dan wadah tertutup.

Sebagai penutup, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta para kader yang menjadi motor penggerak deklarasi ini. Ia berpesan agar perilaku hidup bersih dan sehat tidak hanya dilakukan saat ada penilaian, melainkan benar-benar menjadi budaya permanen masyarakat. "Inilah saatnya kita bergerak bersama. Inilah saatnya kita buktikan komitmen kita. Dan inilah saatnya kita wariskan lingkungan yang lebih sehat kepada generasi mendatang," pungkas Bupati.(HN/Prokopim Bengkayang/Diskominfo Bengkayang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....