Benih Padi Spesifik Lokasi Dipanen, 191 Hektare di Sungai Raya Dapat Dukungan PMAAS
- 11 Agt 2026 14:30 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan terus dilakukan di Kabupaten Kubu Raya melalui pengembangan benih padi spesifik lokasi. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Panen Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi Mendukung Swasembada Pangan di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan bantuan benih Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya.
Kepala BRMP Kalimantan Barat, Anjar Suprapto, mengatakan produksi benih spesifik lokasi merupakan upaya menyediakan benih yang berasal dari wilayah setempat sehingga lebih sesuai dengan kondisi lahan, sekaligus dapat menghemat waktu dan biaya.
“Ini dalam rangka penyediaan benih insitu, artinya benih yang berasal dari lokasi. Ini dapat menghemat waktu, biaya, serta memiliki kesesuaian dengan lahan atau lokasi kita,” ujar Anjar.
Ia menjelaskan, pada musim tanam berikutnya varietas yang akan digunakan adalah Inpari 49 yang memiliki umur panen sekitar 110 hari. Varietas tersebut memiliki potensi produktivitas hingga sekitar 10 ton per hektare, sementara hasil panen yang disaksikan dalam kegiatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 6,5 ton per hektare.
Menurut Anjar, penerapan program PMAAS membutuhkan dukungan benih unggul, pengolahan tanah yang baik, sarana produksi pertanian, pupuk, serta alat dan mesin pertanian. Dengan dukungan tersebut, produktivitas padi di Kalimantan Barat diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kubu Raya menyampaikan apresiasi kepada BRMP atas dukungan yang diberikan melalui program PMAAS. Untuk Kecamatan Sungai Raya, bantuan benih dialokasikan bagi lahan produktif seluas 191 hektare dengan kebutuhan sekitar 70 kilogram benih per hektare.
“Dengan bantuan ini, mudah-mudahan dapat mendukung tercapainya swasembada pangan, khususnya di Kabupaten Kubu Raya,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin, turut mengapresiasi pelaksanaan panen tersebut. Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pendapatan dan perekonomian masyarakat.
Ia juga menyebut BRMP bersama PT Sang Hyang Sri dalam waktu dekat akan mendistribusikan sekitar 145 ton benih untuk wilayah Kalimantan Barat, dengan alokasi untuk Kabupaten Kubu Raya sekitar 20 ton.
Dukungan terhadap pengembangan pertanian juga dirasakan Kelompok Tani Dewi Sri Desa Parit Baru. Anggota kelompok tani, Andi, mengatakan kelompok tersebut beranggotakan 32 orang dengan luas lahan sekitar 22 hektare, meskipun sebagian lahannya terdampak pembangunan dan saat ini sekitar 15 hektare yang masih dapat dimanfaatkan.
Menurutnya, produktivitas lahan saat ini rata-rata telah mencapai lebih dari 3 ton per hektare. Ia juga menyampaikan bahwa dukungan terhadap kelompok tani datang dari berbagai pihak, mulai dari pendamping hingga pemerintah daerah.
“Semua pihak sangat mendukung untuk pertanian ini. Saling kerja sama,” katanya.
Melalui produksi benih spesifik lokasi dan dukungan program PMAAS tersebut, pengembangan pertanian di Kubu Raya diharapkan semakin produktif, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani. (DiskominfoKKR/IKP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....