Pendangkalan Sungai Kapuas Jadi Tantangan Distribusi Air Kubu Raya

  • 10 Agt 2026 16:40 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Dampak musim kemarau mulai dirasakan terhadap ketersediaan dan distribusi air bersih di Kabupaten Kubu Raya. Perumda Air Minum Tirta Raya menyebutkan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni pendangkalan Sungai Kapuas dan meningkatnya konsumsi air masyarakat.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Raya, Harmawan, saat ditemui di Sungai Raya, Senin, 10 Agustus 2026, mengatakan kondisi tersebut mulai terasa seiring masuknya musim kemarau. Bahkan, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada November mendatang.

“Yang pertama adalah pendangkalan Sungai Kapuas. Kondisinya cukup ekstrem sehingga berpengaruh terhadap kapasitas produksi air baku,” ujar Harmawan.

Selain pendangkalan sungai, peningkatan konsumsi air bersih masyarakat turut menjadi tantangan. Sejumlah tampungan air hujan milik warga mulai mengering akibat minimnya curah hujan, sehingga kebutuhan air dari Perumda meningkat.

“Air tampungan hujan masyarakat sudah banyak yang kering. Akibatnya, kebutuhan air dari Perumda meningkat cukup signifikan,” jelasnya.

Harmawan menyebutkan, konsumsi pelanggan yang biasanya berada di kisaran 12 meter kubik per bulan kini meningkat menjadi sekitar 15 hingga 16 meter kubik. Peningkatan tersebut kemudian berdampak pada sistem distribusi air bersih.

Pelanggan yang berada di wilayah paling jauh dari booster atau pompa pendorong menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Tekanan air yang menurun membuat aliran air bersih belum dapat menjangkau seluruh wilayah pelanggan secara maksimal, terutama ketika kebutuhan meningkat.

Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Raya terus melakukan berbagai upaya agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Harmawan juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dengan menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Menurutnya, penghematan air menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi selama musim kemarau.

“Saya harap masyarakat ikut berperan dengan menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Musim kemarau ini menjadi tantangan bersama,” katanya.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk menghemat penggunaan air dapat membantu menjaga ketersediaan sekaligus memperluas jangkauan distribusi air bersih, khususnya hingga memasuki puncak musim kemarau mendatang. (DiskominfoKKR/IKP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....