Wako Edi Uji Tanding dengan Master Nasional Arief Rahman

  • 28 Jun 2026 14:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjajal kemampuan bermain catur dalam laga uji tanding bersama Master Nasional Arief Rahman di Elaia Coffee & Eatery, Sabtu, 27 Juni 2026, malam. Pertandingan persahabatan itu menjadi momentum untuk mendorong pembinaan olahraga catur di Kota Pontianak, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.

Edi mengatakan, kemajuan olahraga catur dapat dilihat dari lahirnya pecatur-pecatur berprestasi, mulai dari master nasional, master internasional hingga grandmaster. Menurutnya, keberadaan pecatur bergelar master menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan catur di suatu daerah berjalan.

“Kalau kita mau lihat kemajuan olahraga catur, itu bisa dilihat dari jumlah master nasional, master internasional, bahkan grandmaster. Itu menunjukkan prestasi,” ujarnya.

Ia berharap Kota Pontianak mampu melahirkan lebih banyak pecatur berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini Pontianak memiliki seorang Master Nasional Arief Rahman, dan seorang Fide Master Muhammad Kamalsyah Patappa. Target jangka panjangnya, lanjut Edi, adalah munculnya pecatur dari Pontianak yang mampu menembus gelar grandmaster.

“Kita berharap mudah-mudahan Kota Pontianak bisa melahirkan banyak master internasional, bahkan sampai grandmaster. Kuncinya pembinaan sejak usia dini dan sering kompetisi,” katanya.

Menurut Edi, anak-anak muda harus diberi ruang untuk berlatih, bertanding, dan mengasah kemampuan secara berkelanjutan. Kelompok-kelompok catur junior juga perlu terus diperkuat agar menjadi tempat tumbuhnya bibit pecatur baru. Pemerintah Kota Pontianak selalu mendukung pengembangan olahraga, termasuk catur. Ia mendorong cabang olahraga untuk kreatif dan inovatif memanfaatkan ruang, jejaring, serta potensi yang ada, baik di lingkungan pemerintahan, dunia usaha, komunitas, maupun fasilitas publik.

“Kalau catur relatif ruangannya mudah. Bisa di ruangan tertutup maupun terbuka. Semakin banyak pencatur, baik amatir maupun profesional, pasti akan menaikkan kualitas atlet-atlet catur yang bisa berskala internasional,” ungkapnya.

Usai bertanding melawan Arief Rahman, Edi bercerita mendapat pengalaman berharga. Pada pertandingan pertama, ia harus mengakui keunggulan lawannya. Namun pada pertandingan kedua, ia berhasil menahan remis Master Nasional tersebut.

“Melawan Mas Arief luar biasa. Yang pertama saya kalah, biasa main grogi, blunder. Tapi yang kedua remis. Bisa remis melawan Master Nasional itu sudah luar biasa,” ucapnya.

Sementara itu, Master Nasional Arief Rahman bercerita mulai mengenal catur sejak duduk di bangku kelas 3 SD. Ketertarikannya tumbuh dari lingkungan keluarga karena orang tuanya juga bermain catur. Sejak kecil, ia rutin berlatih dan mempelajari berbagai buku catur. Saat kelas 4 SD, Arief mulai mengikuti kejuaraan tingkat Kota Pontianak dan berhasil meraih peringkat kedua.

Perjalanan Arief kemudian berlanjut ke berbagai kejuaraan nasional. Pada 2007, ia meraih peringkat ketiga nasional di Surabaya, lalu peringkat kedua nasional di Bandung pada 2008. Titik penting kariernya terjadi pada 2015 saat mengikuti Kejuaraan Nasional di Bogor dan berhasil meraih gelar Master Nasional.

“Tepatnya tahun 2015 saya ikut kejuaraan di Bogor, kejuaraan nasional juga. Di situ saya dapat Master Nasional,” ungkap Arief.

Dalam mengembangkan permainan, Arief banyak terinspirasi dari Grandmaster Anatoly Karpov asal Rusia. Ia mengaku mempelajari partai-partai Karpov melalui buku karena saat itu video pertandingan belum semudah sekarang. Kini, Arif tetap berlatih setiap hari meskipun tidak sedang menghadapi turnamen. Dalam waktu dekat, ia menargetkan mengikuti turnamen internasional di Kuala Lumpur pada September mendatang.

“Walaupun tidak ada turnamen, saya tetap latihan. Kalau sudah mendekati turnamen, biasanya sebulan sebelumnya latihan lebih ekstra. Yang ingin saya kejar itu internasional,” pungkasnya. (prokopim)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....