Pelepasan Siswa PAUD Kuala Karya, Bupati Apresiasi Guru PAUD

  • 24 Jun 2026 15:04 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Bupati Kubu Raya, Sujiwo menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Tasyakuran Pelepasan dan Pentas Seni Anak Didik PAUD Kuala Karya Tahun Ajaran 2025/2026 di Halaman PAUD Kuala Karya, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Rabu, 24 Juni 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dari para peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar. Sebanyak 51 anak dilepas pada tahun ajaran 2025/2026 dari total 76 peserta didik yang saat ini menempuh pendidikan di PAUD Kuala Karya.

Bupati Sujiwo mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik yang telah membangun dan mengembangkan PAUD Kuala Karya hingga menjadi salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang diminati masyarakat.

“PAUD Kuala Karya ini dirintis dari nol oleh Ibu Ningsih. Alhamdulillah sekarang menjadi salah satu PAUD yang banyak dilirik orang tua murid di Kabupaten Kubu Raya,” ujarnya.

Sujiwo mengatakan peran PAUD saat ini semakin penting seiring kebijakan wajib belajar yang kini mencakup 13 tahun pendidikan, termasuk satu tahun pendidikan anak usia dini sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

“Kalau dulu wajib belajar 12 tahun, sekarang menjadi 13 tahun karena satu tahunnya dimulai dari PAUD. Maka PAUD harus menjadi perhatian bersama karena menjadi pondasi awal dalam menyiapkan generasi masa depan,” katanya.

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya untuk terus melakukan pemetaan, koordinasi, serta penguatan program pendidikan anak usia dini di seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Selain itu, Sujiwo juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD. Ia berharap insentif bagi para guru PAUD dapat diakomodasi dalam APBD Perubahan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam mendidik anak-anak.

“Memang nilainya mungkin tidak besar, tetapi ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada guru-guru PAUD yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mendidik anak-anak kita,” ungkapnya.

Sujiwo juga memberikan semangat kepada para guru PAUD agar terus menjalankan tugas mulia tersebut dengan penuh keikhlasan dan dedikasi. “Guru PAUD adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Yakinlah, pengabdian yang dilakukan akan menjadi ladang amal dan memberikan manfaat besar bagi masa depan generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala PAUD Kuala Karya, Ningsih mengatakan kegiatan pelepasan dan pentas seni rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana membangun rasa percaya diri anak sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Pentas seni ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan membangun jati diri mereka sebelum memasuki jenjang sekolah dasar,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini PAUD Kuala Karya memiliki 76 peserta didik dan menargetkan jumlah siswa mencapai 80 anak pada tahun ajaran mendatang. PAUD Kuala Karya juga terbuka bagi masyarakat dari luar Desa Kuala Dua, termasuk dari Desa Mekar Sari dan Desa Limbung yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di lembaga tersebut.

“Untuk tahun ajaran mendatang Alhamdulillah kita target akhir itu sekitar 80 siswa, sedangkan siswa yang telah mendaftar untuk tahun ini sekitar 50 anak. Jadi masih ada kesempatan orang tua murid untuk mendaftar ke PAUD kami”, pungkasnya. (DiskominfoKKR/IKP)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....