Bupati Harap CPNS Bengkayang Kuasai Digitalisasi dan Jaga Integritas saat Latsar

  • 23 Jun 2026 09:51 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang resmi membekali 197 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2025 dalam rangka persiapan Pelatihan Dasar (Latsar) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rangkaya, Kantor Bupati Bengkayang, Senin, 22 Juni 2026, tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE, MM.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar formalitas administratif untuk mengubah status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), melainkan wadah fundamental pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi aparatur . Beliau mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang ASN, setiap CPNS wajib menjalani masa percobaan melalui pelatihan terintegrasi ini.

“Latsar adalah wahana mutlak bagi pembentukan karakter dan peningkatan aspek kognitif. Saudara harus paham betul tugas pokok, fungsi jabatan, dan bagaimana peran berkontribusi terhadap unit kerja masing-masing,” tegasnya.

Sejalan dengan Visi Kabupaten Bengkayang dan Astacita Presiden, Bupati memberikan penekanan khusus pada penguasaan teknologi informasi dan transformasi digital. Para CPNS yang merupakan generasi muda diminta berada di garda terdepan mendorong digitalisasi pelayanan publik dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk efisiensi kerja .

“Saya tegaskan, tidak boleh ada lagi ASN di Bengkayang yang gagap teknologi. Manfaatkan perkembangan AI untuk menyederhanakan prosedur kerja yang rumit dan mempercepat pengambilan keputusan,” ujarnya.

Ketua Panitia yang juga Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Bengkayang, Anton, S.E, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Latsar tahun ini menggunakan metode Distance Learning dengan pola fasilitasi kerja sama, sebuah terobosan baru untuk efisiensi anggaran. Pelatihan ini difasilitasi oleh Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (PUSJAR SKPP) LAN-RI serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat.

“Ini merupakan sejarah baru dan momentum pertama kali bagi Pemkab Bengkayang bekerja sama, bukan melalui metode pembayaran PNBP. Kami telah berkoordinasi intensif untuk memastikan kualitas pelatihan tetap optimal,” jelas Anton.

Para peserta akan menjalani total 599 Jam Pelajaran (JP) yang terbagi dalam pembelajaran mandiri (Mooc), pembelajaran jarak jauh, dan habituasi di unit kerja masing-masing. Rangkaian pelatihan ini dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juni hingga Oktober 2026.

Dengan tegas, Bupati mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik instansi dan Kabupaten Bengkayang. “Jaga nama baik Kabupaten Bengkayang. Tunjukkan sikap hormat, kedisiplinan tinggi, dan kepatuhan terhadap aturan. Jangan buat tindakan indisipliner yang dapat merusak citra kita di mata lembaga diklat pembina,” pesannya mengakhiri pengarahan. (Diskominfo Bengkayang/RT).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....