Dialog Kebangsaan, Sujiwo Ajak Perkuat Persatuan Bangsa
- 22 Jun 2026 16:43 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Bupati Kubu Raya, Sujiwo menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam membangun daerah dan menjaga keutuhan bangsa. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Dialog Kebangsaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan tema "Spirit Hijrah Mempererat Persaudaraan untuk Indonesia yang Lebih Berdaulat dan Bermartabat" yang berlangsung di Aula Praja Kantor Bupati Kubu Raya, Senin, 22 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Syarif Abdullah Alkadri, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat Mohammad Bari mewakili Gubernur Kalimantan Barat, para tokoh agama, unsur Forkopimda, pimpinan pondok pesantren, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Sujiwo mengatakan dialog kebangsaan menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam semangat kebangsaan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari terjaganya kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
“Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan latar belakang. Namun hingga saat ini masyarakat hidup rukun dan harmonis karena selalu mengedepankan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Sujiwo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tidak pernah membedakan latar belakang maupun golongan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Yang menjadi landasan utama adalah semangat persatuan, kebangsaan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan yang bertujuan memperkuat persatuan dan persaudaraan merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Kehadiran para tokoh agama dalam kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sementara itu, sambutan Gubernur Kalimantan Barat yang dibacakan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kalimantan Barat merupakan anugerah yang harus dijaga bersama.
“Persatuan dalam perbedaan suku, budaya, dan latar belakang sosial merupakan kekuatan utama dalam pembangunan daerah. Kemajuan tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan semangat persatuan yang kuat,” katanya.
Dalam tausiyah kebangsaannya, Habib Jindan bin Novel mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana memperbaiki diri dan memperkuat persaudaraan. Ia menegaskan bahwa makna hijrah bukan hanya berpindah tempat, melainkan perubahan menuju keadaan yang lebih baik.
“Spirit hijrah yang harus kita tanamkan saat ini adalah hijrah dari perpecahan menuju persatuan, dari kebencian menuju kasih sayang, dan dari sikap mementingkan diri sendiri menuju kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Habib Jindan juga mengingatkan bahwa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat akan menjadi bangsa yang kuat apabila seluruh masyarakat mampu menjaga persatuan dan menjadikan persaudaraan sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan Dialog Kebangsaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, diharapkan semangat hijrah dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat silaturahmi, serta bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan bermartabat. (DiskominfoKKR/IKP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....