Warga Senang Dapat Takjil dari Wali Kota

  • 27 Feb 2026 09:24 WIB
  •  Pontianak

PONTIANAK - Senja mulai turun di kawasan Jalan Ahmad Yani sebelum Bundaran Tugu Digulis Untan. Arus kendaraan yang melintas pelan seolah berpacu dengan waktu menuju azan Magrib. Di tengah keramaian itu, senyum hangat tampak menyapa satu per satu pengguna jalan yang berhenti sejenak. Di tangan mereka, paket takjil berpindah dengan cepat bukan sekadar makanan pembuka, melainkan simbol kepedulian di bulan suci.

Dalam kegiatan ini, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama Anggota DPD RI Daud Yordan turun langsung ke tepi jalan untuk membagikan takjil kepada warga yang masih berada di perjalanan menjelang berbuka puasa. Kamis, 26 Februari 2026 petang.

Dalam kegiatan ini, Tak ada jarak antara pemimpin dan masyarakat sore itu. Dari pengendara sepeda motor, sopir mobil, hingga pejalan kaki, semua disapa dengan ramah. Sesekali, tawa ringan dan ucapan terima kasih terdengar di antara deru kendaraan yang melintas.

Bagi Wali Kota Edi Kamtono, kegiatan berbagi takjil bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kehadiran pemerintah di tengah kehidupan warganya. Ia menyebut, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kita kepada masyarakat, khususnya yang masih berada di perjalanan saat menjelang berbuka puasa. Semoga takjil yang dibagikan bisa membantu dan membawa keberkahan bagi kita semua,” kata Edi dengan senyum hangat.

Di sela pembagian takjil, suasana terasa hangat dan akrab. Warga yang semula hanya melintas, mendadak berhenti sejenak, menerima paket kecil yang berarti besar. Bagi sebagian orang, takjil itu menjadi penolong sederhana di tengah perjalanan pulang.

Rudi (38), salah satu pengendara yang menerima takjil, mengaku terkejut sekaligus senang.

“Saya kebetulan masih di jalan saat menjelang berbuka. Alhamdulillah dapat takjil dari Pak Wali Kota, jadi bisa langsung berbuka puasa di perjalanan,” tutur Edi dengan wajah sumringah.

Hal serupa dirasakan Siti (29). Ia menilai, pembagian takjil di jalan mencerminkan kepedulian nyata pemerintah kepada masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif, apalagi dilakukan langsung di jalan. Kami merasa diperhatikan dan terbantu,” kata Siti.

Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas, kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Warga yang menerima takjil tak lupa mengucapkan terima kasih, sementara para relawan dan panitia sigap mengatur pembagian agar tetap lancar.

Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas sosial. Melalui aksi sederhana seperti berbagi takjil, nilai kebersamaan dan kepedulian diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, menjadikan Ramadan bukan sekadar momen spiritual, melainkan juga ruang mempererat ikatan kemanusiaan di Kota Khatulistiwa. (prokopim)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....