Dinkes Rumuskan Masalah Kesehatan di Kalbar

  • 12 Agt 2025 09:06 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Erna Yulianti mengungkapkan, dalam rangka menghadapi dinamika dan tantangan kesehatan masyarakat yang terus berkembang, Dinas Kesehatan Provinsi telah merumuskan berbagai kebijakan strategis guna mengantisipasi dan merespon isu-isu kesehatan terkini secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Berkenaan dengan itu, beberapa kebijakan utama saat ini telah dan sedang dilaksanakan. Seperti diantaranya yang pertama dengan melakukan peningkatan akses pelayanan kesehatan primer dan rujukan.

“Kita terus upayakan peningkatan jangkauan dan kualitas layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK), melalui penguatan Puskesmas, telemedicine, serta penugasan tenaga kesehatan strategis,” tuturnya pada saat peringatan Dies Natalis Rumah Sakit Universitas Tanjungpura ke-12, yang digelar di Gedung A Rumah Sakit Untan Pontianak, Sabtu (9/5/2025).

Kemudian yang kedua, sambung Kadiskes, peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat. Hal ini dapat dilakukan melalui kampanye komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) berbasis komunitas dan media sosial, Dinas Kesehatan berupaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait isu terkini.

“Seperti misalnya vaksinasi, gizi seimbang, kesehatan mental, dan resistensi antimikroba,” ungkapnya.

dr. Erna menekankan beberapa hal terkait kebijakan Dinas Kesehatan Provinsi dalam Kebijakan Dinas Kesehatan Provinsi dalam upaya mengantisipasi isu kesehatan terkini di Kalimantan Barat.

“Dimana dalam rangka menghadapi dinamika dan tantangan kesehatan masyarakat yang terus berkembang, Dinas Kesehatan Provinsi telah merumuskan berbagai kebijakan strategis guna mengantisipasi dan merespon isu-isu kesehatan terkini secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” paparnya.

Berkenaan dengan itu, beberapa kebijakan utama saat ini telah dan sedang dilaksanakan. Seperti diantaranya yang pertama dengan melakukan peningkatan akses pelayanan kesehatan primer dan rujukan.

“Kita terus upayakan peningkatan jangkauan dan kualitas layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK), melalui penguatan Puskesmas, telemedicine, serta penugasan tenaga kesehatan strategis,” terangnya.

Kemudian yang kedua, sambung Kadiskes, peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat. Hal ini dapat dilakukan melalui kampanye komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) berbasis komunitas dan media sosial, Dinas Kesehatan berupaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait isu terkini.

“Seperti misalnya vaksinasi, gizi seimbang, kesehatan mental, dan resistensi antimikroba,” ungkapnya.

Ketiga, melakukan pemanfaatan teknologi kesehatan digital. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan mengembangkan dan memanfaatkan aplikasi kesehatan (e-health, rekam medis elektronik, dashboard pemantauan) mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data dan mempercepat layanan kepada masyarakat.

Serta yang terakhir (keempat), melakukan penguatan kolaborasi dengan mitra dan lintas sektor.

“Kita (Dinas Kesehatan Prov. Kalbar) juga aktif bermitra dengan sektor swasta, universitas, organisasi profesi, asosiasi, dan lembaga internasional dalam merespon isu kesehatan, perubahan iklim, kesehatan reproduksi, stunting, dan lainnya,” tutupnya.

Rekomendasi Berita