Peringkat Kafilah Turun, Satarudin Minta LPTQ Lakukan Evaluasi
- 11 Agt 2026 14:23 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin minta Pemerintah Kota Pontianak melalui LPTQ dapat melakukan evaluasi hasil dari pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kabar) terkait posisi Kafilah Kota Pontianak yang turun ke peringkat III. Dibanding tahun lalu, hasil ini justru menurun capaiannya.
“Tim LPTQ Kota Pontianak sudah seharusnya melakukan evaluasi terhadap hasil dari MTQ Tingkat Provinsi Kalbar di Kayong Utara. Target Kafilah Kota Pontianak di MTQ bisa meraih juara umum. Namun hasil ini justru turun peringkat,” ucap Satarudin, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dijelaskan Satar, di tahun lalu, kafilah Pontianak masih berhasil meraih peringkat II. Di atasnya ada Kabupaten Mempawah. Namun di tahun ini, Kota Pontianak justru menempati posisi ketiga, di peringkat II bertengger Kabupaten Mempawah dan di peringkat pertama Kabupaten Kubu Raya sebagai juara umum.
Menurut Satar, evaluasi harus dilakukan untuk LPTQ Kota Pontianak dan persiapan harus dilakukan jauh hari. Dengan begitu ketika MTQ tingkat provinsi dilaksanakan, kafilah Kota Pontianak sudah siap dan turun dengan membawa mental juara, sehingga keinginan Pemkot Pontianak menarget sebagai juara umum bisa kembali diwujudkan.
Lebih dalam, Kota Pontianak sudah lama tidak merasakan menjadi juara umum MTQ level provinsi. Maka dari itu, evaluasi sudah wajib dilakukan. Dilihat apa saja kekurangannya. Peluang-peluang yang saat ini hanya meraih juara dua di setiap kategori dapat ditingkatkan latihannya.
Begitu juga dengan peraih juara tiga, bila selisih poin tak begitu jauh dengan peraih juara satu dan dua, pembinaannya dapat digenjot latihannya di tahun ini. LPTQ diminta juga untuk menguatkan pembinaannya.
Sebab seleksi MTQ ini sudah dilakukan Pemkot Pontianak dari level kecamatan. Selanjutnya mereka naik di tingkat Kota Pontianak. Di sini, yang meraih juara satu berhak memperkuat kafilah Kota Pontianak untuk berlaga di level provinsi.
Jika dilihatnya, semua tahapan sudah dilakukan. Oleh sebab itu evaluasi yang dilakukan harus rinci. Tujuannya melihat dimana letak kekurangannya. Jika persoalannya anggaran, ini bisa didiskusikan ketika pengajuan program. Jika persoalannya ada di SDM sudah semestinya dilakukan peningkatan.
Kalau persoalannya ada di mental para kafilah, disini peranan LPTQ untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri kafilah, sehingga ketika tampil, mereka bisa memberikan hasil terbaik. Yaitu meraih juara satu dan Pontianak bisa kembali meraih juara umum. “Ketika Kota Pontianak ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi, saya ingin Kota Pontianak mesti meraih juara umum. Tradisi ini harus kita kembalikan,” katanya.
Baca juga: Kayong Utara Sukses Jadi Tuan Rumah MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....