Cornelis Soroti Lambannya Realisasi Listrik Desa di Kalbar
- 09 Feb 2026 19:24 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Cornelis, melontarkan kritik terhadap lambatnya progres program listrik desa di Kalimantan Barat (Kalbar) pada Senin, 9 Februari 2026.
Berdasarkan data terbaru dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ribuan warga di pelosok Kalbar dinilai masih harus bersabar lebih lama untuk menikmati akses energi.
Terungkap bahwa terdapat 664 dusun atau desa di Kalbar yang hingga saat ini belum tersentuh aliran listrik. Namun, alokasi program listrik desa yang dicanangkan pemerintah pusat dinilai jauh dari kata cukup.
Dari total kebutuhan tersebut, hanya 71 desa/dusun di Kalbar yang masuk dalam target program. Ironisnya, dari target yang sudah minim tersebut, realisasinya pun masih tersendat.
Berikut adalah rincian datanya: Total Wilayah Belum Berlistrik: 664 Desa/Dusun; Target Program Saat Ini: 71 Desa/Dusun (Hanya sekitar 11% dari total kebutuhan); Realisasi Fisik: Baru 24 desa/dusun yang dinyatakan selesai.
"Jumlah ini sangat tidak sebanding dengan luas wilayah dan banyaknya masyarakat kami yang masih hidup dalam kegelapan. Ini ironis! Perlu keseriusan ekstra, jangan dianggap remeh karena listrik adalah kebutuhan dasar untuk menggerakkan kehidupan desa, setiap rumah itu 1.300 VA," kata mantan Gubernur Kalbar dua periode tersebut.
Menurut Cornelis, dorongan untuk kapasitas 1.300 VA di setiap rumah bukan tanpa alasan. Ia mengaitkan ketersediaan listrik dengan komitmen transisi energi menuju gaya hidup yang lebih bersih.
"Kita dorong kapasitas 1.300 VA itu ada tujuannya. Kita punya komitmen untuk membiasakan masyarakat ramah lingkungan, misalnya melalui penggunaan kompor listrik. Ini adalah masa depan kita," ujarnya.
Cornelis juga mengingatkan pemerintah bahwa visi "hijau" tersebut akan menjadi narasi kosong tanpa infrastruktur yang memadai.
"Bagaimana kita mau bicara kompor listrik atau kelestarian lingkungan kalau listriknya saja tidak ada? Rakyat jangan dipaksa menunggu dalam ketidakpastian. Akses energi adalah kunci utama pendidikan dan kesejahteraan," ucapnya.
Menutup pernyataannya, Cornelis mengkritisi roadmap (peta jalan) kementerian yang memproyeksikan waktu hingga 4 tahun untuk menuntaskan seluruh wilayah yang belum berlistrik. Ia mendesak agar Kementerian ESDM melakukan akselerasi dan mengevaluasi hambatan di lapangan, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman.
Ia berharap rasio elektrifikasi di Kalbar segera mencapai 100% demi mewujudkan keadilan dan kedaulatan energi bagi seluruh rakyat.
Baca juga: PLN UID Kalbar Target Seluruh Desa Teraliri Listrik
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....