Waspadai Gim Kekerasan, DPR Minta Pemblokiran

  • 07 Agt 2025 15:53 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Jakarta: Kekhawatiran atas dampak permainan digital seperti Roblox terhadap tumbuh kembang anak kembali mencuat. Permainan daring yang populer di kalangan anak-anak ini dinilai menampilkan banyak unsur kekerasan, bahasa kasar, dan membuka akses transaksi uang secara bebas, sehingga memicu peringatan keras dari berbagai kalangan.

Sorotan tajam datang dari Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, yang meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bertindak tegas dan cepat. Ia menilai pengawasan terhadap gim-gim digital yang berpotensi membahayakan anak masih sangat longgar.

“Jangan tunggu viral baru bereaksi. Komdigi harus memperkuat pengawasan dan pemblokiran atas gim yang mengandung kekerasan atau konten tidak ramah anak,” ujar legislator asal Sulsel ini, Kamis (7/8/2025).

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, juga telah melarang penggunaan Roblox di kalangan pelajar, menyebut kandungan kekerasan dan bahasa kasar sebagai alasan utamanya.

Menurut Rizal yang akrab disapa Deng Ical, pemblokiran dan sanksi kepada pengembang maupun distributor perlu dilakukan bila terbukti menyebarkan konten yang berbahaya. Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan nyata agar hanya permainan ramah anak yang beredar luas.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan orang tua, sekolah, dan masyarakat. Menurutnya, kesadaran kolektif sangat diperlukan agar anak-anak dapat didampingi dalam memilih konten digital yang sesuai usia.

“Kita harus sadari bahwa anak-anak yang aktif mengakses media digital bisa terpapar nilai-nilai asing yang bertentangan dengan budaya kita,” tegasnya.

Selain soal kekerasan, ia juga menilai gim digital dapat menyebarkan paham individualisme yang bertolak belakang dengan nilai gotong royong. Namun ia juga melihat peluang: dengan arah yang tepat, gim bisa menjadi sarana membangun tanggung jawab sosial dan ketahanan sejak dini.

Deng Ical menutup dengan menegaskan pentingnya membangun sistem ketahanan digital sebagai bagian dari pertahanan rakyat semesta. Anak-anak, menurutnya, bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi komponen strategis bangsa di masa depan.

Sumber: Parlementaria

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....