Fenomena Joki Akademik Ancam Masa Depan SDM
- 21 Jul 2025 21:47 WIB
- Pontianak
KBRN, Jakarta: Budaya instan di kalangan pelajar dan mahasiswa dinilai kian mengkhawatirkan. Salah satu praktik yang mencolok adalah maraknya penggunaan jasa “joki” untuk mengerjakan tugas akademik, yang dianggap sebagai bentuk kebohongan terhadap diri sendiri dan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Sudah bukan masanya lagi kita hanya mengejar formalitas ijazah, yang penting punya gelar S1 lalu dipamerkan. Saya kira itu sudah membohongi diri sendiri,” tegas anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, Senin (21/7/2025).
Menurutnya, ketergantungan pada hasil instan tanpa proses belajar yang jujur akan berdampak buruk pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Makanya IPM kita bisa jeblok jika terus mengandalkan cara seperti itu,” tambahnya.
Fikri menekankan, di tengah era kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi teknologi, kemampuan riil jauh lebih penting dibandingkan sekadar memiliki gelar. “Apa gunanya sarjana kalau secara substansi dia tidak punya kemampuan? Di samping otoritas, yang terpenting adalah kapabilitas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perlunya sistem pendidikan yang adaptif dan relevan dengan tantangan zaman. Ia merujuk pada konsep VUCA, Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity, yang menggambarkan betapa dinamisnya dunia saat ini, sehingga menuntut lebih dari sekadar hard skill.
Ironisnya, praktik joki bukanlah masalah baru. “Ini kan masalah yang sudah lama. Kalau sekarang berulang lagi, artinya kita masuk ke lubang yang sama dari tahun ke tahun,” kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu.
Sumber: Parlementaria
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....