Ancaman Bom Bukan Hal Main-Main
- 22 Jun 2025 22:50 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Ancaman bom terhadap pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5726 pada Selasa, 17 Juni 2025 lalu, yang mengangkut jemaah haji Indonesia dan mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, mengundang perhatian serius dari Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang menekankan pentingnya menjadikan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama dalam situasi darurat.
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan pentingnya keselamatan penumpang di atas segalanya dalam situasi darurat seperti yang dialami pesawat jemaah haji Saudia Airlines. Insiden pendaratan darurat yang terjadi akibat ancaman bom tak boleh dianggap sepele, ujar Cucun di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/6/2025).
“Terkait ancaman bom, tetap harus prioritaskan aspek safety. Setiap maskapai sudah punya standar operasional sendiri, dan kalau situasi memang dianggap mengancam nyawa orang, maka tindakan seperti pendaratan darurat memang wajib dilakukan,” ungkap politisi dari Fraksi PKB ini kepada Parlementaria.
Menurut Cucun, langkah cepat yang dilakukan oleh otoritas bandara dan maskapai dalam menangani ancaman tersebut sudah tepat. Ia menyatakan, dalam situasi seperti ini, tak ada ruang untuk anggapan bahwa ancaman hanyalah lelucon.
“Jangan dianggap main-main. Kalau memang perlu pengecekan oleh tim ahli bom, ya harus dilakukan. Apalagi kalau sudah menyangkut ancaman bom, harus betul-betul diantisipasi,” tegasnya.
Ancaman semacam ini, kata Cucun, tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga mengganggu ketenangan ibadah dan mencoreng citra keamanan nasional. Oleh karena itu, ia mendorong aparat penegak hukum dan intelijen nasional untuk bekerja lebih proaktif.
“Kita minta aparat dan intelijen lebih waspada. Perlu deteksi dini terhadap sosok-sosok yang bisa menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran publik melalui ancaman teror,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPR RI akan terus memantau dan berkoordinasi dengan lembaga terkait, memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh jemaah haji Indonesia tetap menjadi prioritas.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan komunikasi dengan seluruh lembaga yang terlibat. Ini penting agar masyarakat merasa aman, terutama di masa-masa krusial seperti musim haji,” tutup Cucun.
Sumber: Parlementaria
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....