PLN Diminta Ubah Limbah Jadi Energi
- 21 Jun 2025 17:34 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pemanfaatan limbah lokal sebagai sumber energi alternatif dinilai sebagai solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap solar. Dalam kunjungan kerjanya ke Samarinda, Kalimantan Timur, Anggota Komisi VI DPR RI Khilmi mendorong PT PLN agar segera mengambil langkah nyata dalam inovasi energi berbasis limbah.
Anggota Komisi VI DPR RI, Khilmi, menyerukan perlunya transformasi dalam sektor energi nasional dengan memanfaatkan limbah lokal sebagai sumber energi alternatif. Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja reses Komisi VI di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (18/6/2025).
“Di Indonesia ini banyak sekali bahan-bahan yang tidak terpakai, yang sebenarnya bisa diolah menjadi bahan bakar pengganti solar dengan teknologi yang sederhana dan biaya relatif murah. Ini harus diterapkan dan dicoba secara nyata,” ujar Khilmi.
Ia menyoroti bahwa potensi limbah yang tersebar di berbagai daerah sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pengolahan yang tepat, limbah dapat diubah menjadi bahan bakar yang murah, ramah lingkungan, dan dapat menekan biaya operasional PLN.
Menurut Politisi Fraksi Partai Gerindra ini, teknologi pengolahan limbah tidak selalu membutuhkan investasi besar. Ia mencontohkan, mesin pengolah limbah menjadi bahan bakar hanya memerlukan investasi sekitar Rp18 miliar, nilai yang tergolong rendah jika dibandingkan dampak positif yang dihasilkan.
“Hitungan mesinnya itu cuma sekitar Rp18 miliar untuk membangun satu industri pengolahan limbah menjadi bahan bakar. Ini peluang besar untuk diterapkan di banyak daerah yang memiliki potensi limbah,” tegasnya.
Lebih dari sekadar efisiensi energi, Khilmi juga menekankan pentingnya aspek sosial dari inovasi ini. Pengembangan energi dari limbah dinilai bisa membuka lapangan kerja baru sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan.
“Kalau kita serius mengembangkan inovasi ini, Indonesia bisa lebih mandiri dalam penyediaan energi dan sekaligus mengatasi masalah limbah di lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Sumber: Parlementaria
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....