Kapal Madleen Dicegat, BKSAP Kecam Israel

  • 11 Jun 2025 07:41 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Ketika dunia menjerit atas krisis kemanusiaan di Gaza, 12 relawan dari berbagai negara justru ditangkap di perairan internasional. Mereka berada di atas kapal Madleen, dalam misi mulia membawa bantuan kemanusiaan ke wilayah yang telah lebih dari 20 bulan dililit perang dan blokade. Tindakan militer Israel itu memicu kecaman luas,termasuk dari parlemen Indonesia.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, angkat bicara. Melalui siaran pers pada Selasa (10/6/2025), ia mengecam keras intersepsi militer Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut.

“Penahanan terhadap para relawan kemanusiaan ini merupakan bentuk nyata dari kezaliman berulang yang dilakukan oleh Israel. Namun kita tidak boleh mundur dan tidak boleh menyerah karena justru hal ini menjadi alasan kuat untuk terus melawan segala bentuk ketidakadilan,” tegas Mardani.

Kapal Madleen dicegat di laut lepas, wilayah yang secara hukum internasional seharusnya menjadi zona netral. Namun Israel, sekali lagi, melanggar. Tindakan ini bukan hanya penghinaan terhadap upaya kemanusiaan, tapi juga sebuah pelanggaran terhadap hukum laut dan hukum humaniter internasional.

BKSAP DPR RI menyampaikan solidaritas penuh kepada para relawan yang ditahan. Ia juga menyampaikan penghargaan tinggi bagi keberanian mereka yang tak gentar, meski harus berhadapan dengan intimidasi, risiko penahanan, dan kekerasan.

“PBB telah memperingatkan bahwa seluruh rakyat Gaza kini berada dalam risiko kelaparan karena terjadinya perang yang terus berlangsung lebih dari 20 bulan,” ujar Mardani. “Krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik genting, di mana kebutuhan akan makanan, air bersih, dan layanan dasar lainnya semakin mendesak. Tindakan Israel sungguh tidak beradab dan tidak berprikemanusiaan.”

Blokade terhadap Gaza bukan sekadar penghalang fisik. Ini adalah pengepungan yang melumpuhkan kehidupan: anak-anak kehilangan akses pendidikan, rumah sakit kehabisan obat, dan ratusan ribu jiwa tergantung pada bantuan yang kini justru dihadang.

Tekanan internasional terhadap Israel kian meningkat. Seruan agar akses bantuan dibuka segera menggema dari berbagai penjuru, sebab penahanan terhadap relawan dan penolakan terhadap bantuan hanya akan memperburuk tragedi kemanusiaan yang sudah ada di titik nadir.

Sebagai bagian dari diplomasi parlemen, BKSAP DPR RI menegaskan posisinya. Indonesia, melalui forum-forum antarnegara, akan terus berdiri bersama rakyat Palestina, membela hak-hak relawan kemanusiaan, dan melawan segala bentuk kekerasan sistematis.

“Tindakan represif harus dibalas dengan konsistensi dalam perjuangan, kolaborasi antarnegara, dan tekanan internasional yang akan semakin kuat,” tutup Mardani dengan nada penuh tekad.

Dalam konflik yang terus berkecamuk ini, suara parlemen Indonesia bergema jelas: kemanusiaan tak boleh dibungkam. Dan relawan bukanlah musuh, mereka adalah wajah dunia yang masih berperikemanusiaan.

Sumber: Parlementaria dpr.go.ig

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....