Israel Serang RS Indonesia, Legislator Ini Bereaksi
- 09 Jun 2025 23:37 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Serangan brutal militer Israel terhadap Rumah Sakit (RS) Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, memantik kecaman keras dari Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan. Baginya, ini bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan juga serangan terang-terangan terhadap martabat kemanusiaan dan peran aktif Indonesia di panggung dunia.
"Tindakan Israel mencerminkan pelanggaran terhadap hukum internasional dan peran negara-negara yang mengabdi untuk kemanusiaan," tegas Junico dalam pernyataannya, Minggu (8/6/2025).
Junico, yang juga dikenal dengan panggilan Nico Siahaan, menyoroti fakta bahwa RS Indonesia dibangun dari sumbangan rakyat Indonesia dan selama bertahun-tahun menjadi simbol solidaritas kemanusiaan bagi Palestina. Namun kini, rumah sakit itu rusak parah akibat gempuran militer Israel sejak 18 Mei 2025.
"Yang diserang bukan hanya bangunan, tapi juga keberadaan Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi solidaritas kemanusiaan lintas batas," ujarnya lantang.
Menurut laporan dari MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), serangan Israel tidak hanya menghancurkan rumah sakit, tetapi juga meratakan Wisma Joserizal, fasilitas relawan yang berada tak jauh dari rumah sakit. Bahkan, sebelum dikosongkan secara paksa oleh militer Israel, para relawan tetap bertahan tanpa akses makanan, air bersih, atau listrik, berjuang di tengah kepungan demi terus memberikan layanan medis.
"Selama lebih dari dua minggu sejak 18 Mei, rumah sakit ini terus memberikan layanan di tengah kepungan. Kondisi ini seharusnya menjadikan lokasi tersebut sebagai zona aman,” jelas Nico.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. “Kenyataannya, rumah sakit justru menjadi sasaran serangan. Rumah sakit diserbu, relawan dipaksa keluar, dan dunia kembali menyaksikan kejahatan perang tanpa konsekuensi," katanya geram.
Ia menegaskan, penghancuran fasilitas medis bukanlah insiden biasa. Ini adalah pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa dan harus diklasifikasikan sebagai kejahatan perang. Nico pun mendorong Pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam.
“Indonesia harus segera bertindak di ranah internasional. Kita bisa mulai dari Dewan Keamanan PBB, Mahkamah Pidana Internasional, hingga Majelis Umum PBB untuk mendorong investigasi dan penuntutan atas kejahatan ini,” serunya.
Tak hanya itu, Nico juga mendorong pembentukan tim investigasi independen di bawah mandat PBB serta penguatan koordinasi regional melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) guna menekan Israel dengan sanksi ekonomi dan militer yang nyata.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjamin komunikasi diplomatik dengan relawan Indonesia di Gaza serta mendorong Kemlu dan lembaga intelijen untuk membuka jalur khusus guna mencegah kekosongan informasi yang berisiko memperbesar impunitas.
"Penghancuran Rumah Sakit Indonesia bukan hanya persoalan Palestina, ini adalah serangan atas peran Indonesia di panggung kemanusiaan dunia. Diam adalah pengkhianatan terhadap amanat konstitusi dan nurani bangsa," tegas legislator dari Dapil Jawa Barat I itu.
Sebagai bagian dari Komisi I DPR yang membidangi urusan luar negeri, Nico memastikan pihaknya akan terus mengawal respons Pemerintah Indonesia terhadap tindakan Israel ini.
"Termasuk opsi peningkatan tekanan diplomatik terhadap negara-negara yang terus membiarkan Israel bertindak di luar batas hukum," pungkasnya.
Sumber: Parlementaria dpr.go.id
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....