Diplomasi DPR RI-Tiongkok Dukung Rakyat Palestina
- 25 Mei 2025 22:04 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Di tengah krisis kemanusiaan yang kian mendalam di Gaza, Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menyatukan suara, perdamaian harus segera diwujudkan, dan solusi dua negara tak boleh hanya jadi wacana. Seruan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, usai menerima kunjungan resmi Perdana Menteri RRT, Li Qiang, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (25/5/2025).
Pertemuan bilateral yang berlangsung hangat namun penuh makna itu tak hanya menjadi ajang diplomasi formal, tetapi juga momen penting untuk menguatkan pesan kemanusiaan kepada dunia. Dalam konferensi pers usai pertemuan, Puan dengan tegas menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi di Gaza.
“Dalam pertemuan bilateral tadi, saya menyampaikan keprihatinan atas situasi kemanusiaan di Gaza dan meminta dukungan RRT untuk mendesak dibukanya blokade kemanusiaan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar seruan, kedua negara juga menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan keluar permanen atas konflik Israel-Palestina.
“Kami sepakat bahwa perang harus segera diakhiri, dan solusi dua negara menjadi langkah damai yang harus terus diperjuangkan bersama,” tambah Puan.
Bagi Puan, kerja sama Indonesia dan Tiongkok tak sebatas dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Ia menegaskan bahwa keduanya juga berbagi nilai dan sejarah yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, termasuk Palestina.
“Sebagai negara yang dahulu bersama-sama mendorong kemerdekaan negara-negara Asia-Afrika, Indonesia dan Tiongkok memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina,” tegasnya.
Puan juga melihat potensi besar dari diplomasi antarparlemen sebagai kanal strategis untuk memperjuangkan isu-isu kemanusiaan di forum global. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga legislatif dan eksekutif di kedua negara untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah ketegangan geopolitik dunia yang terus berkembang.
“Saya percaya bahwa kerja sama Indonesia dan Tiongkok tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi dan perdagangan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan berkeadilan,” ungkapnya.
Kunjungan Li Qiang ke DPR RI sendiri menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara yang dibangun di atas prinsip solidaritas dan kesetaraan. Di hadapan wartawan, Puan menutup konferensi pers dengan harapan agar kemitraan strategis Indonesia–Tiongkok terus memberi kontribusi nyata dalam perjuangan global untuk kemanusiaan dan keadilan.
Sumber: Parlementaria
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....