RI-Turki Jajaki FTA dan Teknologi Pertahanan
- 13 Mei 2025 19:25 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Turki yang berlangsung di sela-sela Konferensi ke-19 PUIC di Kompleks Parlemen, Jakarta, menjadi titik penting dalam mendorong kemitraan strategis kedua negara. Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menyuarakan pentingnya memperkuat kolaborasi di bidang pertahanan dan ekonomi.
“Pertemuan dengan perwakilan Parlemen Turki, Profesor Abdurrahman Dusak, sangat luar biasa. Beliau mengangkat bagaimana kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki bisa lebih optimal,” ucap Mardani dalam pertemuan di Gedung Nusantara, Selasa (13/5/2025).
Salah satu pembahasan krusial adalah kerja sama dalam pengembangan teknologi drone. Turki, yang dikenal sebagai eksportir utama drone ke berbagai negara termasuk Indonesia, dinilai punya potensi besar untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih maju.
“Pak Prabowo bahkan mengembangkan divisi khusus tentang drone ini. Kita punya peluang bukan hanya untuk mengimpor, tetapi juga berkolaborasi dengan Turki membuat drone generasi berikutnya yang lebih canggih,” kata politisi Fraksi PKS itu.
Tak hanya sektor pertahanan, pertemuan juga membahas langkah konkret dalam meningkatkan hubungan dagang. Salah satunya adalah dorongan agar perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) Indonesia -Turki bisa segera diwujudkan.
“Mudah-mudahan tahun ini perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Turki bisa ditandatangani, agar urusan bea masuk dan biaya cukai yang rumit bisa cepat selesai,” ucap Mardani, yang mewakili Dapil DKI Jakarta I.
Ia menilai bahwa hambatan-hambatan administratif seperti visa dan tarif perdagangan masih menjadi ganjalan. Karena itu, diperlukan upaya bersama dari kedua negara untuk menciptakan hubungan yang lebih mulus dan terbuka.
“Turki dan Indonesia mestinya punya hubungan yang lebih seamless. Tidak ada hambatan dalam urusan visa maupun biaya cukai. Ini menjadi PR kita bersama,” katannya.
Pertemuan ini menegaskan bahwa parlemen memainkan peran strategis dalam mempercepat sinergi antarpemerintah. Dari industri pertahanan hingga pasar bebas, Indonesia dan Turki menunjukkan keseriusan untuk membuka babak baru hubungan bilateral yang lebih produktif dan saling menguntungkan.
Sumber: Parlementaria dpr.go.id
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....