Munaji Berikan Solusi Atasi Lonjakan Harga Daging Sapi

  • 03 Mei 2025 19:33 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Salah satu hal yang selalu menjadi sorotan utama saat menjelang hari Raya Idul Adha ialah lonjakan harga daging sapi. Anggota DPRD Kota Pontianak, Haji Munaji meminta agar pemerintah segera mengambil langkah konkrit. Bahkan ia meminta agar Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk mengatasi lonjakan harga yang sering terjadi pada hari besar keagamaan, termasuk menjelang hari Raya Idul Adha 2025.

“Pemerintah harus menetapkan Harga Eceran Tertinggi untuk daging sapi segar dan daging beku. Dengan begitu, harga bisa lebih adil dan masyarakat punya pilihan,” tegas Munaji, Sabtu (3/5/3035).

Menurutnya, harga daging sapi segar yang mencapai harga Rp140-150 ribu per kilogram membuat masyarakat lebih memilih daging beku yang harganya Rp100 ribuan per kilogram. “Perbedaan harga yang terlampau jauh ini bikin daging segar sulit bersaing di pasaran,” kata legislator Partai Demokrat ini.

Anggota DPRD Kota Pontianak H. Munaji.

Tidak hanya itu, Munaji juga menyoroti maraknya peredaran daging beku ilegal yang semakin memperparah situasi. Para peternak lokal pun kelimpungan karena produk mereka tidak laku dijual.

Dia menyarankan agar pemerintah segera menertibkan ritel kios daging yang tidak sesuai regulasi. Hal ini bertujuan agar harga bisa stabil dan masyarakat tidak dibuat bingung sama disparitas harga yang terlalu besar.

Selain itu, Haji Munaji juga mengusulkan pembukaan keran impor sapi siap potong dari berbagai daerah. Terlebih saat ini, kebutuhan daging di Kalimantan Barat belum bisa sepenuhnya dipenuhi oleh produksi lokal.

Karena itu, impor dinilai sebagai langkah strategis untuk menambah stok daging dan menekan harga. Namun, Haji Munaji menegaskan, bahwa kebijakan impor tidak boleh terfokus pada satu daerah saja. “Kebijakan impor harus dibuka secara luas agar distribusi lebih merata dan mencegah monopoli,” ujarnya.

Munaji optimis jika kebijakan HET diterapkan secara efektif. Maka harga daging sapi segar bisa kembali stabil seperti sebelum merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat membuat harga daging melonjak drastis. Saat itu, harga daging sapi segar berkisar Rp125 ribu per kilogram.

“Kalau harga stabil, disparitas antara daging segar dan daging beku nggak akan terlalu jauh. Masyarakat pun akan cenderung memilih daging segar karena lebih terjangkau,” ujar Haji Munaji.

Solusi ini bukan hanya menstabilkan harga, melainkan juga memberdayakan para petani dan peternak lokal. Dengan kebijakan yang tepat, mereka bisa bersaing di pasar tanpa harus khawatir tergilas oleh daging beku ilegal.

Selain menetapkan HET, langkah-langkah strategis seperti pengawasan distribusi daging beku ilegal dan optimalisasi produksi lokal juga perlu ditingkatkan. Karena bagi masyarakat terutama bagi umat islam, Idul Adha merupakan momen spesial yang patut disambut dengan sukacita. Namun, tanpa kebijakan yang tepat, momen ini bisa berubah menjadi beban ekonomi.

Untuk itulah, kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan konsumen menjadi kunci sukses dalam menyambut hari raya penuh berkah ini. Dengan solusi konkret yang diajukan oleh Munaji, diharapkan stabilitas harga daging dapat terwujud. "Semoga Idul Adha 2025 menjadi momentum keberkahan bagi seluruh umat Islam di muka bumi ini,” tukasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....