Satarudin Soroti Penerapan QRIS di Rumah Sakit
- 25 Apr 2025 08:50 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menyoroti terkait dengan adanya rencana penerapan layanan QRIS di rumah sakit umum daerah (RSUD) yang ada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Menurut Satarudin, penerapan layanan QRIS ini bisa menjadi permasalahan baru bagi masyarakat yang belum memahaminya. Namun bagi warga yang memahami bisa membantu mempermudah dalam membayar biaya obat di rumah sakit sehingga tidak perlu membawa uang cash.
Satarudin menegaskan, dalam pelayanan QRIS ini antara penyedia layanan dan yang mendapatkan layanan harus sama-sama siap, terutama bagi pihak rumah sakit agar bisa menyiapkan semuanya dengan matang, mulai dari fasilitas hingga petugas.
Oleh karenanya, Ketua DPRD juga meminta komisi terkait untuk mengecek dan mendalami terkait hal itu. Pernyataan itu, ia sampaikan karena telah menerima beberapa laporan dari masyarakat yang mengalami kesulitan saat menggunakan QRIS di rumah sakit.
“Kalau mereka belum siap, janganlah dulu. Jangan sok-sok an menggunakan QRIS kalau belum siap. Pastikan dulu semuanya siap menerapkan QRIS di RSUD,” katanya, Jumat (25/4/2025).
Satarudin juga meminta, kalaupun pihak rumah sakit ingin menerapkan transaksi digital melalui QRIS untuk disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat agar tidak menimbulkan masalah baru di kalangan masyarakat.
“Tolong rumah sakit tuh kalau mau menggunakan QRIS sosialisasikan dulu. Bagaiman aturan dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ia juga mengharapkan masyarakat bisa mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang saat ini serba digitalisasi. Hal ini ia sampaikan agar masyarakat juga ikut terbantu, mudah dan cepat dalam mengakses layanan.
“Ini kan kadang masyarakat suruh ke bank buka buku rekening aja malas apalagi suruh QRIS. Maka nanti kami lihat dulu rumah sakit ini, kalai misalnya dalam penerapan QRIS belum siap dan belum layak, ya udah tahan dulu,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....