Zulfydar Dorong Terintegrasi Sistem Informasi Intelejen
- 14 Apr 2025 07:58 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Zulfydar Zaidar Mochtar mendorong agar Sistem Informasi Intelijen bisa terintegrasi antarlembaga vertikal dengan nonvertikal, baik Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota yang diberikan kewenangan dalam pengambil kebijakan. Ia menilai sistem informasi ini sangat di butuhkan di Kalbar, bahkan kata dia, mungkin juga seluruh provinsi di Indonesia belum mempunyai sistim informasi intelejen terintegrasi.
Menurut Zulfydar, setiap lembaga di pemerintahan memiliki pusat informasi masing-masing. Informasi seperti inilah yang dinilainya perlu terintegrasi antara lembaga vertikal maupun nonvertikal yang memiliki kewenangan.
"Coba ditanya ke provinsi lainnya juga, apakah selama ini informasi juga mengandalkan pertemuan yang bersifat equal protokoler dan update informasi integrasi. Padahal kecepatan informasi berdetik juga bisa berubah, rekaman informasi tidak tercatat sebaik terintegrasi dari sudut informasi masing masing," katanya, Senin (14/4/2025).
Jika sudah terintegrasi, maka seluruh pengambil kebijakan yang diberikan kewenangan bisa mengambil segera langkah yang harus dilakukan, baik itu pemerintah pusat, lembaga vertikal, pemerintah provinsi, kabupaten, kota hingga pemerintah ke tingkat paling bawah yang diberikan kewenangan atas intruksi kebijakan informasi secara komprehensif.
"Sistem ini harusnya tidak hanya untuk keamanan saja, akan tetapi untuk bidang lainnya," ucap Zulfydar yang juga sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Kalbar.
Zulfydar menilai, selama ini setiap lembaga memiliki sistem informasi intelejen masing-masing. Namun, hal ini masih belum terintegrasi secara optimal. Oleh karenanya, melalui sistem informasi intelejen yang terintegrasi ini bisa saling melengkapi antara lembaga yang satu dan lainnya.
"Melalui sistem informasi intelejen yang terintegrasi, dengan pengolahan data dengan model seperti AI, pasti nya akan bisa terbaca pelaporannya, siapa yang tidak melaporkan, siapa yang membutuhkan laporan, skema apa yang dibutuhkan maka akan terlihat scoring terhadap perorangan dan lembaga masing, hasilnya bisa berbentuk grafik dan lainnya, model sistim ini yang kita semua perlukan," kata Zulfydar.
"Artinya sistem informasi ini tidak hanya diperlukan di wilayah yang memiliki masalah, tetapi dalam kondisi tertentu tetap sangat diperlukan dalam rangka kemajuan untuk sistim intelejen untuk kepentingan negara dan daerah. Dan ini juga dalam rangka untuk menghormati informasi para intelijen yang telah bekerja mengumpulkan informasi terbaik," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....