DPR Aktif Perjuangkan Resolusi Palestina di IPU
- 10 Apr 2025 17:02 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Sebuah langkah diplomatik penting tercipta dalam Sidang Umum ke-150 Organisasi Parlemen Dunia (Inter-Parliamentary Union/IPU) di Tashkent, Uzbekistan. Setelah dua hari perdebatan panjang antar 130 delegasi negara, resolusi tentang solusi dua negara untuk Palestina akhirnya diadopsi dan Indonesia menjadi bagian aktif dari sejarah tersebut.
Solusi dua negara merupakan gagasan jangka panjang yang menyerukan pembentukan negara Palestina merdeka dan berdaulat yang hidup berdampingan dengan Israel, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Konsep ini dipandang sebagai pendekatan paling realistis dan praktis untuk mengakhiri konflik berdarah yang telah berlangsung puluhan tahun.
Sebagai bagian dari grup geopolitik Asia Pasifik, Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI memainkan peran strategis dalam mendorong resolusi ini. Jazuli Juwaini, Ketua Fraksi PKS sekaligus anggota BKSAP, tampil vokal menyuarakan dukungan Indonesia.
“Saya kira kita harus berbangga menjadi bagian dari sejarah penting IPU, di mana untuk pertama kalinya diadopsi resolusi dua negara untuk Palestina. Hal ini memang berat untuk Palestina, tetapi kita harus berpikir realistis agar wanita dan anak-anak yang tidak berdosa segera terhindar dari genosida yang dilakukan oleh Israel,” kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/4/2025).
Meski menyadari bahwa jalan menuju perdamaian belum tentu mulus, Jazuli menyebut bahwa solusi dua negara adalah opsi terbaik dalam situasi global saat ini. “Sekalipun berat untuk diterima oleh Palestina, menurut saya solusi dua negara adalah solusi yang paling mendekati keadilan,” ujarnya.
Resolusi ini akhirnya lolos pada hari terakhir Sidang Umum IPU ke-150, setelah kompromi panjang antar grup geopolitik. Namun, tak semua negara sepakat penuh. Beberapa perwakilan dari Eropa seperti Swedia dan Jerman menyatakan keberatan atas sejumlah poin dalam resolusi tersebut yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan mereka.
Selain Jazuli, turut hadir dalam perdebatan krusial itu Wakil Ketua BKSAP dari Fraksi Gerindra, Muhammad Hussein Fadluloh, serta anggota BKSAP Trinovi Khairani (Fraksi Golkar) dan Andina Theresia Narang (Fraksi NasDem). Kolaborasi lintas fraksi ini menunjukkan kuatnya dukungan parlemen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.
Resolusi “Solusi Dua Negara untuk Palestina” yang akhirnya diadopsi ini menjadi sinyal kuat bahwa komunitas parlemen internasional tidak lagi berpangku tangan atas krisis kemanusiaan di tanah Palestina.
Sumber: Parlementaria dpr.go.id
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....