Boyman: Sepuluh Tahun Jalan Ketapang Tak Kunjung Selesai
- 28 Jan 2025 11:33 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pembangunan jalan nasional yang menghubungkan Kecamatan Nanga Tayan hingga Sungai Kelik di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sudah memasuki tahun kesepuluh. Namun, belum juga tuntas.
Boyman Harun, Anggota Komisi V DPR RI, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera menuntaskan proyek yang terbengkalai ini, yang menurutnya sudah terlalu lama menggantung tanpa kejelasan. Desakan tersebut ia sampaikan langsung kepada Dirjen Bina Marga dalam rapat kerja yang digelar di Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (23/1/2025).
Boyman menyatakan jalan nasional yang dimaksud sudah lama dikelola oleh pemerintah pusat. Namun, masih ada 15 kilometer yang belum selesai dikerjakan. Ia mengungkapkan kekecewaannya, karena setiap tahun hanya sekitar 2 hingga 3 kilometer yang berhasil diselesaikan.
“Tinggal 15 kilo, Pak. Tapi setiap tahun hanya dikerjakan 2 kilo atau 3 kilo. Kapan selesainya kalau seperti ini?” ujar Boyman, kecewa.
Boyman, yang berasal dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat II, menambahkan lambannya pembangunan jalan tersebut membuat masyarakat setempat merasa frustrasi. “Masyarakat di sana bilang, 'Percuma saja ada Pak Boy di Komisi V, jalan nasional 10 tahun nggak selesai-selesai,'” katanya, mengutip keluhan warga yang merasa tidak ada perubahan.
Lebih lanjut, Boyman menjelaskan kondisi jalan yang belum selesai ini menghambat akses transportasi, yang pada gilirannya menghalangi pemanfaatan potensi ekonomi di Kalimantan, terutama di sektor perkebunan dan pertambangan. “Sebagus apa pun rencana pembangunan ekonomi, kalau jalannya tidak diperbaiki, saya pikir itu sia-sia. Orang dari Jawa datang ke Kalimantan mencari penghidupan, tapi hasil mereka tidak bisa dibawa ke kota karena jalan tidak bisa dilalui,” ujar politisi dari Fraksi PAN ini.
Boyman juga menyoroti meskipun proyek pembangunan 11 jembatan nasional di wilayah tersebut telah selesai, masalah utama yang masih belum teratasi adalah ruas jalan dari Sungai Kelik ke Tayan. “Masalah jembatan sudah selesai, Pak. Ada 11 jembatan nasional yang sudah rampung. Tinggal jalan dari Sungai Kelik ke Tayan yang belum selesai,” katanya, menegaskan.
Ia meminta agar pihak Bina Marga Kementerian PU segera melakukan peninjauan dan memprioritaskan penyelesaian jalan tersebut. “Bina Marga, tolong cek jalan dari Sungai Kelik ke Tayan. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” ucap Boyman.
Boyman pun menegaskan pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap infrastruktur dasar di Kalimantan Barat, karena jalan nasional ini sangat vital untuk kelancaran transportasi dan logistik di wilayah tersebut. “Kami orang Kalimantan belum bicara soal jalan tol atau rel kereta api, hanya minta jalan nasional ini segera diperbaiki. Itu saja dulu yang kami harapkan,” katanya.
Dengan percepatan penyelesaian infrastruktur jalan nasional di Ketapang, Boyman berharap mobilitas masyarakat dapat meningkat dan potensi ekonomi daerah dapat dimanfaatkan dengan lebih maksimal.
Sumber: Parlementaria dpr.go.id
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....