Jemaah Haji Kalbar Minta Evaluasi Layanan Petugas dan Armuzna 2026
- 09 Jul 2026 22:56 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Salah seorang jemaah haji asal Kalimantan Barat yang tergabung dalam BTH Kloter 17 Kota Pontianak, Ely Nurhidayati, mengapresiasi upaya pelayanan penyelenggaraan ibadah haji 2026. Namun, ia menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dievaluasi agar kualitas layanan pada musim haji berikutnya semakin baik.
Ely mengatakan, perhatian utama perlu diberikan pada manajemen petugas haji dan petugas kesehatan. Menurutnya, jumlah serta pembagian tugas petugas harus disesuaikan dengan kebutuhan jamaah, terutama untuk pendampingan lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, ketersediaan obat-obatan di pos kesehatan juga harus dipastikan agar kondisi kesehatan jamaah tetap terjaga selama menjalankan ibadah.
"Saya mengapresiasi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu menjadi evaluasi agar pelayanan kepada jemaah pada musim haji berikutnya bisa lebih baik,” kata Ely, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia juga menyoroti kondisi fasilitas di Armuzna, khususnya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Menurutnya, fasilitas tenda dan toilet masih menjadi persoalan yang berulang setiap tahun dan membutuhkan pembenahan.
Selain fasilitas, Ely mengungkapkan masih terjadi keterlambatan distribusi katering di Mina yang dipicu miskomunikasi teknis mengenai mekanisme pengantaran maupun pengambilan makanan. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diantisipasi melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih jelas.
"Saat di Mina juga sempat terjadi keterlambatan distribusi katering karena adanya miskomunikasi terkait mekanisme pengantaran maupun pengambilan makanan. Ke depan, saya berharap ada SOP yang lebih jelas sehingga persoalan seperti ini tidak terulang lagi,"tambahnya.
Ely turut menyoroti layanan transportasi saat pergerakan jamaah menuju Armuzna. Ia berharap Kementerian Haji dapat menyusun jadwal transportasi yang lebih presisi dan terintegrasi dengan syarikah maupun maktab agar mobilitas jamaah berjalan lebih lancar.
Selain itu, ia meminta pemerintah mengevaluasi lonjakan biaya transportasi lokal yang dinilai cukup tinggi sehingga tidak membebani calon jamaah haji. Ely berharap seluruh catatan tersebut menjadi bahan evaluasi serius agar penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang semakin optimal.
“Mudah-mudahan seluruh catatan ini menjadi bahan evaluasi sehingga penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang semakin baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh Jemaah," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....