6 Jemaah Haji Kalbar Sakit, Petugas Perketat Pemantauan

  • 18 Mei 2026 12:48 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Memasuki fase pemeberangkatan ke Mekkah, enam jamaah calon haji Kalimantan Barat dilaporkan sakit dan menjalani perawatan intensif. Kondisi jamaah calon haji Kalimantan Barat per 17 Mei 2026 mencatat enam orang mengalami gangguan kesehatan di sejumlah kloter. Jamaah kini mendapat penanganan dari tim medis yang disiagakan di hotel maupun rumah sakit di Arab Saudi.

Kepala Bagian TU Kementerian Haji dan Umrah (Kemanhaj) Kalbar, Muhammad Yusuf menjelaskan, satu jamaah di Kloter 14 dirawat dokter sektor di hotel. Sementara di Kloter 15 terdapat dua jamaah sakit, satu dirawat di hotel dan satu lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Al-Nur.

Sedangkan di Kloter 16, dua jamaah juga menjalani perawatan, masing-masing satu orang di hotel dan satu lainnya di Rumah Sakit King Abdullah. Adapun di Kloter 18, satu jamaah dirawat di hotel.

Yusuf menyebut, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, kondisi jamaah di Kloter 17 dipastikan aman dan tidak ada yang sakit, termasuk jamaah lanjut usia. Menurutnya, seluruh tenaga medis di tiap kloter terus melakukan pemantauan ketat terhadap jamaah, khususnya lansia yang mulai diberangkatkan menuju Mekkah.

“Ketika dalam satu kloter ada lansia, tentu selalu dipantau dokter-dokter yang memahami tugas masing-masing karena memang ada tenaga medis yang disiapkan khusus,” ujarnya di Kantor Kemenhaj Kalbar, Senin, 18 Mei 2026.

Selain pemantauan kesehatan, petugas haji juga terus mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas Arab Saudi yang cukup ekstrem. Jamaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas berat di luar hotel, serta selalu menggunakan alat pelindung diri seperti payung dan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Petugas kloter juga aktif melakukan pemeriksaan rutin kepada jamaah berisiko tinggi, terutama yang memiliki riwayat penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan pernapasan. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan jamaah tetap stabil menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemanhaj) Kalbar (Foto : RRI/Harmanta).

Menghadapi puncak ibadah haji di Musdalifah dan Mina, petugas haji juga disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kondisi darurat jamaah. Pemantauan dilakukan di jalur-jalur pergerakan jamaah mulai dari Arafah, Musdalifah hingga Mina.

Yusuf menambahkan, para petugas lebih dulu diterjunkan melakukan survei lapangan sebelum jamaah bergerak menuju lokasi puncak haji guna memastikan penanganan cepat jika terjadi situasi di luar perkiraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....