Kloter 14 Kalbar Mulai Diberangkatkan, 157 Jamaah Singkawang Terbang Perdana

  • 05 Mei 2026 21:56 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Keberangkatan jamaah haji Kalimantan Barat resmi dimulai melalui kelompok terbang (kloter) 14. Pada tahap awal ini, sebanyak 157 jamaah asal Kota Singkawang telah diberangkatkan menuju Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Kalbar, Kamaludin, menjelaskan kloter 14 merupakan kloter pertama dari Kalimantan Barat dengan total 440 jamaah. Keberangkatan dilakukan secara bertahap dalam tiga penerbangan di hari yang sama hingga dini hari.

“Untuk kloter pertama Kalimantan Barat masuk dalam BTH 14. Hari ini kita sudah berangkatkan satu flight sebanyak 157 jamaah dari Singkawang,” ujar Kamaludin saat diwawancarai di Asrama Haji.

Ia merinci, penerbangan pertama diberangkatkan pukul 19.00 WIB menuju Batam. Selanjutnya, penerbangan kedua dijadwalkan pukul 23.30 WIB dengan jumlah 152 jamaah, disusul penerbangan ketiga pada pukul 04.00 WIB dengan 131 jamaah.

“Total kloter 14 ini 440 jamaah, ditambah petugas menjadi 444 orang,” kata Kamaludin.

Kamaludin juga menyebutkan, jamaah pada penerbangan kedua berasal dari Kabupaten Sambas, Sanggau, Landak, Bengkayang, serta sebagian dari Kota Pontianak. Sementara itu, jamaah asal Pontianak dijadwalkan tiba di asrama haji beberapa jam sebelum keberangkatan.

“Untuk flight kedua ada 152 jamaah, kemudian flight ketiga 131 jamaah. Sebagian dari Pontianak akan masuk asrama sekitar tiga jam sebelum keberangkatan,” jelasnya.

Dari sisi kesiapan, seluruh jamaah dipastikan dalam kondisi sehat dan memenuhi standar kelayakan untuk terbang. Meski demikian, terdapat dua jamaah yang menggunakan kursi roda dan telah difasilitasi dengan ambulans menuju bandara.

“Alhamdulillah kondisi jamaah sehat semua, tidak ada yang mengkhawatirkan. Semua memenuhi standar untuk diberangkatkan,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengimbau agar jamaah tidak lagi menerima tamu di asrama haji guna menjaga kondisi tetap stabil hingga keberangkatan. Selain faktor keamanan, hal ini juga untuk memastikan asupan makanan jamaah tetap terkontrol.

“Kita imbau jamaah tidak menerima tamu lagi, supaya kondisi tetap steril, termasuk dari sisi makanan ya tidak boleh makan makanan dari luar, makanan yang sudah kita pastikan di lab sudah aman sesuai dengan kondisi kesehatan jamaah,” tegas Kamaludin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....