Seorang Driver Ojol Jadi Korban Penganiayaan Oknum TNI
- 20 Sep 2025 23:22 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Kabar mengejutkan seorang driver ojek online (ojol) di Kota Pontianak menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI. Peristiwa ini terjadi di Jalan Panglima Aim (Sruni) Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (20/9/2025).
Diketahui, pelaku inisial F merupakan oknum TNI AD. Di mana pada saat kejadian, F menggunakan sebuah mobil berwarna hitam.
Menurut keterangan rekan kerja korban, Dede Sudirman, saat kejadian arus lalu lintas di Jalan Panglima Aim cukup padat, sehingga F berusaha memutar arah mobilnya. Namun, kondisi jalan yang sempit di jalur kiri dari arah Tanjung Raya menyulitkan F untuk berbalik, ditambah jalur kanan yang dipenuhi kendaraan membuat F terpaksa memundurkan mobilnya.
Saat memundurkan kendaraan, mobil F hampir menyenggol motor milik driver ojol bernama Teguh Sukma yang berada tepat di belakangnya. Menyadari hal itu, Teguh langsung membunyikan klakson sebagai peringatan bagi pengemudi di depannya.
Namun, alih-alih mendapat respon baik, Teguh Sukma justru mendapat perlakuan kasar dari pengemudi mobil. Terlihat dari video yang beredar, seorang pria bertubuh tegap mengenakan kaos dan celana hitam itu menghampiri korban dan langsung memukulnya.
"Mobil mau putar balek ndak cukup, mundur, lalu diklakson sama si kawan, lalu mobil ini tak terima, lalu dia keluar nentang dan mukul pakai siku (satu kali pukulan bedasarkan BAP) hingga membuat tulang hidung korban patah, mata bengkak," ujar Dede.
Setelah mendapat perlakuan kasar, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pontianak Timur. Namun, setelah diketahui pelaku merupakan anggota TNI, pihak polsek mengarahkan korban untuk melapor ke Polisi Militer (POM).
"Arogan sekali di jalan, karena jalan milik bersama. Minta keadilan harus disanksi agar kawan-kawan ojol tidak kena seperti ini. Cuman gara-gara klakson aja dia begitu," kata Dede yang juga sebagai Komunitas Ojol.
Hal senada terkait kronologi tersebut juga disampaikan oleh Ros Indriani selaku keponakan korban. Ia menerangkan, bahwa korban dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara dan pindah ke Medika Jaya untuk mendapatkan perawatan medis.
"Korban tulang hidung patah dan mata bengkak memar," ucapnya didampingi Jani Fitri yang juga keluarga korban.
Ros mengungkapkan pihak keluarga sempat merasa kecewa karena yang datang ke rumah sakit hanya adik pelaku. Akibatnya, keluarga bersama komunitas ojol berencana mencari langsung keberadaan pelaku. Namun, mediasi akhirnya dilakukan di Pomdam XII/Tpr pada Sabtu malam (20/9/2025) malam, yang dihadiri oleh pelaku, pihak keluarga korban, perwakilan Pomdam, dan komunitas ojol.
Wakapendam XII/Tanjungpura, Letkol Infanteri Agung W Palupi membenarkan, kejadian tersebut. "Memang benar telah terjadi pemukulan oleh oknum anggota TNI kepada masyarakat sekitar pukul 14.00 di Jalan Sruni (Jalan Panglima Aim) kemudian beberapa perwakilan masyarakat juga sudah melaporkan setelah salat Ashar ke kantor Pomdam, dan kami gerak cepat dan langsung kami dapatkan oknum tersebut," ucapnya.
Setelah mengamankan pelaku, dengan gerak cepat Pomdam XII/Tpr langsung menggelar mediasi yang menghadirkan keluarga korban serta pelaku. "Hasil mediasi, proses hukum tetap berlanjut di persidangan militer," kata Wakapendam.
Wakapendam mengajak kepada semua pihak untuk menghormati proses yang sedang berjalan. "Tunggu hasilnya, kemudian yang bersangkutan juga sudah minta maaf, tapi proses hukum tetap berlanjut," katanya.
Sementara itu, pelaku inisial F oknum Anggota TNI AD mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban serta komunitas ojol.
"Menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga atas kekhilafan saya. Saya menyesal atas perbuatan saya. Untuk itu saya siap bertanggung jawab membantu pengobatan korban sampai sembuh," ucapnya. (oki)