Anak 13 Tahun Diduga Menjadi Korban Cabul Ayah Tirinya di Pontianak

  • 02 Nov 2022 20:13 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Predator kejahatan seksual terhadap anak sebagaimana yang sering terjadi dan menjadi pemberitaan berbagai media, banyak di antaranya dilakukan oleh orang-orang terdekat. Bahkan kasus kekerasan seksual pada anak justru dilakukan oleh orangtua kandung, orangtua tiri, paman, kerabat, guru reguler dan guru spiritual.

Kasus serupa juga menimpa seorang anak di bawah umur di Kota Pontianak yang diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Ayah tirinya, berinisial WR yang notabene seorang mantan dosen universitas ternama di Pontianak yang bergerlar Doktor.

Penasihat Hukum korban, Dewi Aripurnawati, SH., mengungkapkan kasus pelecehan seksual ini, berawal dari informasi Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN), Devi Tiomana.

"Saya mendapatkan informasi atas peristiwa adanya anak di bawah umur yang dicabuli oleh Ayah sambungnya atau Ayah tirinya, pertama kali dari Mbak Devi yang kebetulan pada saat itu menjadi Inspektur Upacara di salah satu SMP di Kecamatan Pontianak Selatan, sekitar Oktober 2022 lalu," ujarnya saat jumpa pers, Selasa (!/11)

Dewi mengatakan informasi dan nasihat yang disampaikan Devi Tiomana kepada anak-anak yang ada di SMP tersebut, untuk menceritakan kalau mengalami tindak kekerasan dan lainnya.

Setelah upacara ada seorang anak berinisial NV datang ke ruang Bimbingan Konseling (BK) dan bercerita ke Direktur YNDN Devi Tioman, jika dirinya telah dicabuli oleh Ayah tirinya berinisial WR. "Atas peristiwa itulah Ibu Devi lalu menelpon saya," kata Dewi.

“Dalam kasus tersebut, karena pelakunya merupakan orang dekat korban, kemudian menyarankan agar YNDN segera menarik korban keluar dari rumahnya. Hal tersebut guna memberikan rasa aman, karena SOP begitu,” ungkapnya.

Ia menuturkan pada saat itu, ibu korban yang merupakan seorang guru yang mengajar di Kubu Raya, belum diketahui keberadannya. Dan pihak YNDN masih mencari keberadaan ibu korban.

Menurut Dewi, setelah pihak YNDN bertemu dengan ibu korban dan diceritakan kronologis kejadian yang menimpah anaknya, ibu korban ini welcome atas informasi yang disampaikan Direktur YNDN, sehingga Ibu korban sangat marah kepada suaminya yang sudah melakukan perbuatan yang tak senonoh. Bahkan, sang ibu korban membuat pengaduan atas dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh suaminya ke Polresta Pontianak Kota, pada September 2022.

Setelah laporan dibuat, sang ibu mulai goyang. Akhirnya Dewi mengaku ditelepon YNDN. Minta diberikan penunjukan sebagai kuasa hukum mendampingi NV.

Setelah menerima kuasa ini, Dewi Aripurnamawati segera bertemu ibu korban. Dalam pertemuan di salah satu sekolah di Pontianak Selatan, sang ibu minta agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan saja.

"Saya tidak bisa menerima itu, ini urusan duniawi dan mengorbankan anak," ucap Dewi.

Setelah satu hari kemudian, Dewi menemui NV di kostnya dan menyampaikan kepada NV jika memang yakin, pihaknya bisa membantu. Segera menulis surat agar bisa melindungi sepenuhnya, karena ibu korban sudah meminta agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, NV menolak kasus ini dihentikan, maka Dewi, kemudian memberi tawaran, jika bersedia kasus ini dilanjutkan maka NV disilakan menulis surat dan muncullah surat dari NV yang meminta agar perkaranya tetap berjalan. Kemudian Dewi meminta kepada korban, untuk menceritakan kronologis kejadiannya.

Singkatnya, NV menceritakan bahwa satu bulan ibunya menikah, pada Bulan Maret, kemudian di Bulan April 2019 ia dicabuli Ayah tirinya. Menurut Dewi Aripurnamawati, akibat kejadian ini, korban merasa trauma, dan tak berani pulang ke rumah sejak Oktober 2021.

Dewi sangat menyayangkan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, yang hingga saat ini perkaranya masih stagnan di Polresta Pontianak Kota.

Menurut Dewi, kasus tersebut baru sampai tahap pengaduan dan belum naik ke tahap laporan. Begitu pun saksi belum ada diperiksa secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....