Warga Resah Fenomena Kenakalan Remaja Bawa Senjata Tajam

  • 17 Mar 2024 16:02 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Masalah kenakalan remaja bawah umur di Kota Pontianak semakin meresahkan warga, khususnya bagi Mia, seorang Ibu Rumah Tangga di sekitar kawasan Perumnas 3 Tanjung Hulu Pontianak Timur.

Fenomena ini semakin menguat dengan munculnya kelompok remaja yang mendekati tindak pidana dengan tujuan ingin menjadi gengster yang ditakuti oleh masyarakat. Mereka kerap terlihat berkonvoi membawa senjata tajam, yang dianggap sudah melewati batas kenakalan remaja.

Mia, sebagai salah satu warga yang prihatin dengan kondisi ini, menyuarakan kekhawatiran serta solusi yang dianggapnya perlu diambil untuk mengatasi masalah ini. Menurutnya, para remaja yang terlibat dalam tindakan kriminal ini harus diberikan hukuman yang efektif untuk menciptakan efek jera.

Hal ini diharapkan dapat membantu para pelaku menyadari bahwa tugas utama mereka seharusnya adalah belajar dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.

"Terlebih lagi, di bulan puasa seperti ini, seharusnya fokus pada ibadah dan meningkatkan kualitas diri, bukan malah terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujar Mia dengan nada prihatin, Minggu (17/3/2024).

Selain menyoroti tindakan remaja, Mia juga memberikan saran kepada orang tua untuk lebih mengawasi dan mengontrol aktivitas anak-anak mereka. Ia menekankan pentingnya untuk sementara waktu tidak memperbolehkan anak-anak keluar rumah, meskipun dengan alasan untuk buka puasa bersama atau sekadar berkumpul bersama teman.

"Tanggung jawab orang tua dalam mengawasi dan mendidik anak-anak sangatlah penting. Dengan mengawal ketat aktivitas mereka, diharapkan dapat mencegah mereka terlibat dalam hal-hal negatif seperti kenakalan remaja," tambahnya.

Senada diungkapkan Nailatul, seorang mahasiswi dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena aksi gengster yang kian marak di media sosial. Nailatul, yang aktif dalam kegiatan kampus dan memiliki jadwal yang padat, merasa cemas dengan adanya rekrutmen anggota gengster yang terlihat di platform online.

"Mengetahui bahwa aksi gengster ini difasilitasi melalui rekrutmen di media sosial sangat mengkhawatirkan. Saya merasa tidak nyaman dengan situasi ini, terutama saat harus pulang malam setelah beraktivitas di kampus." ujar Nailatul dengan wajah serius.

Nailatul menyoroti betapa tidak baiknya adanya upaya merekrut anggota gengster, yang jelas-jelas mengarah pada tindakan kriminal dan kekerasan. Ia berpendapat bahwa hal tersebut dapat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki kegiatan di luar rumah pada malam hari.

"Saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Sebagai mahasiswa, saya berharap lingkungan sekitar, termasuk media sosial, dapat menjadi tempat yang aman dan positif untuk semua orang," ucap Nailatul.

Nailatul juga menekankan pentingnya peran aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, dalam mengatasi masalah ini. Ia berharap langkah konkret dapat segera diambil untuk mencegah penyebaran ideologi kekerasan di kalangan remaja dan menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Pontianak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....