Andi Yentriyeni: Infrastruktur Penanganan Kekerasan Seksual Belum Memadai
- 06 Nov 2025 19:51 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Ketua Komnas Anti Kekerasan terhadap Perempuan periode 2020-2025 sekaligus Founder Yayasan Suar Asa Khatulistiwa (Saka), Andi Yentriyani, menyoroti masih tingginya kasus kekerasan seksual di Kalimantan Barat (Kalbar).
Hal tersebut ia sampaikan usai menjadi narasumber dalam Dialog Pemuda Lintas Generasi bertema “Seribu Pemuda, Satu Tekad: Membangun Kalbar dalam Bingkai Kebhinekaan” yang diselenggarakan Forum Pembauran Kebangsaan Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar demi memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Kamis (6/11/2025).
Menurut Andi, kekerasan seksual yang terjadi saat ini banyak menyasar anak dan dilakukan oleh orang-orang terdekat, termasuk di lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan. “Jumlah kekerasan seksual terus meningkat dan terutama dihadapi oleh anak-anak, yang pelakunya adalah orang terdekat di dalam keluarga maupun dapat terjadi di institusi pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual telah berlaku, pelaksanaannya di daerah masih belum optimal. “Di Kalimantan Barat, kita belum memiliki peraturan daerah yang telah diharmonisasi dengan undang-undang untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan. Infrastruktur layanan terpadu juga masih sangat terbatas,” kata Andi.
Selain itu, ia menyoroti perlunya peningkatan kapasitas penanganan di institusi pendidikan, mulai dari tingkat perguruan tinggi hingga sekolah dasar. “Setiap institusi pendidikan telah diwajibkan membentuk satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan. Satgas inilah yang seharusnya pertama merespons laporan dan memastikan pemulihan korban, termasuk jika membutuhkan jalur hukum,” katnya.
Andi menegaskan, upaya pencegahan harus diperkuat dan pengawasan terhadap keberjalanan Satgas di sekolah dan perguruan tinggi perlu ditingkatkan. “Pengawasan dilakukan oleh Inspektorat, dan kita perlu melihat sejauh mana perkembangan Satgas di institusi pendidikan, khususnya di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....