Kembali ke Akar, Hobi "Jadul" Kini Jadi Tren di Kalangan Anak Muda
- 27 Apr 2026 10:37 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah gempuran teknologi digital dan kecepatan informasi yang serba instan, sebuah fenomena menarik muncul ke permukaan. Generasi muda kini justru mulai melirik aktivitas-aktivitas yang identik dengan hobi orang tua zaman dulu, seperti merajut, berkebun, hingga menulis surat fisik.
Hobi-hobi yang sempat dianggap "kuno" ini kembali naik daun dan menjadi tren gaya hidup baru. Bukan tanpa alasan, pergeseran ini dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap kelelahan digital (digital fatigue) yang dialami banyak orang saat ini.
Bentuk Pelarian dari Layar Gadget
Seorang praktisi gaya hidup, mengamati bahwa aktivitas manual seperti merajut atau menyulam memberikan kepuasan tersendiri yang tidak didapatkan dari layar ponsel.
"Ada proses yang melambat di sana. Saat merajut, seseorang harus fokus pada setiap simpul. Ini adalah bentuk meditasi aktif yang membantu mengurangi kecemasan," ujarnya.
Sama halnya dengan berkebun. Memanfaatkan lahan sempit di teras rumah atau apartemen dengan tanaman hias dan sayuran hidroponik menjadi cara anak muda untuk tetap terhubung dengan alam. Aktivitas menyentuh tanah dan melihat tanaman tumbuh memberikan efek terapi yang menenangkan di tengah hiruk-pikuk pekerjaan.
| Baca juga: Lagu Jadul Ngetren Lagi? Ini Alasannya! |
Surat Fisik: Personalisasi di Era Instan
Yang paling unik adalah kembalinya minat menulis surat atau bertukar kartu pos. Di saat aplikasi pesan singkat bisa mengirim pesan dalam hitungan detik, menulis surat fisik menawarkan sesuatu yang hilang: personalisasi dan antisipasi.
"Menerima surat dalam amplop dengan tulisan tangan rasanya jauh lebih personal. Ada usaha dan waktu yang diluangkan di sana, dan itu yang membuatnya berharga," ungkap salah satu penggiat komunitas bertukar pesan di Pontianak.
Lebih dari Sekadar Tren
Fenomena kembalinya hobi jadul ini juga didorong oleh kesadaran akan keberlanjutan (sustainability). Dengan membuat pakaian sendiri lewat rajutan atau menanam pangan sendiri, anak muda merasa lebih berdaya dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Hobi-hobi ini membuktikan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, keinginan manusia untuk menciptakan sesuatu dengan tangan sendiri dan menikmati proses yang lambat tidak akan pernah hilang. Kembali ke aktivitas "jadul" ternyata menjadi cara modern untuk menjaga keseimbangan hidup.
Baca juga: Nostalgia: Cuma Anak Kelahiran 90-an yang Paham 'Rasa Sakit' 5 Hal Ini
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....