Dorong Industri Game, Mahasiswa Kenalkan Peluang Bisnis Melalui “Infest”

  • 02 Apr 2026 17:10 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Program NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) Pro 2 RRI Pontianak menghadirkan perbincangan seputar pengembangan industri game melalui kegiatan “Invest” yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi. Dipandu penyiar Erna, dialog menghadirkan Rafly Pratama dan Frans Maylandgo Saragih dengan topik “Level Up: The Future with Innovation and Technology Entrepreneurship di Industri Game.”

Dalam obrolan tersebut, Rafly menjelaskan bahwa “Infest” merupakan program tahunan yang menjadi wadah pengenalan teknologi informasi sekaligus pengembangan wawasan mahasiswa. Pada tahun ini, tema industri game dipilih untuk membuka sudut pandang baru tentang potensi yang bisa dikembangkan dari dunia permainan digital.

“Selain dimainkan, game itu juga bisa menghasilkan karya dan bahkan menjadi sumber penghasilan,” kata Rafly, Senin, 30 Maret 2026.

Pemilihan tema ini dilatarbelakangi masih minimnya keterlibatan generasi muda dalam proses pengembangan game, meskipun jumlah pemainnya sangat besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian panitia untuk memperkenalkan sisi lain industri game, khususnya dari perspektif kewirausahaan.

“Banyak yang bermain game, tapi yang benar-benar terjun mengembangkan game masih sangat sedikit, apalagi di Pontianak,” ujar Frans.

Dalam siaran yang juga tayang live di kanal YouTube Pro 2 ini, dijelaskan bahwa kegiatan “Infest” berfokus pada pembuatan game sekaligus mengulas bagaimana game dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui berbagai model monetisasi.

Kegiatan “Infest” sendiri terdiri dari dua bagian utama, yakni kompetisi dan talkshow. Pada bagian kompetisi, terdapat beberapa kategori seperti Mobile Legends, film pendek bertema gamifikasi, studi kasus, serta business plan berbasis game.

Selain itu, konsep gamifikasi turut diperkenalkan sebagai pendekatan dalam teknologi yang memanfaatkan sistem penghargaan atau pencapaian untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dalam suatu aplikasi atau platform digital.

“Gamifikasi itu bagaimana pengguna dibuat terus terlibat, misalnya dengan sistem poin, reward, atau target tertentu,” jelas Frans.

Rafly menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terbuka untuk berbagai kalangan, mencakup mahasiswa teknologi informasi, pelajar, hingga masyarakat umum.

“Kami ingin semua kalangan bisa ikut, karena ide itu bisa datang dari mana saja, tidak harus dari mahasiswa IT,” kata Rafly.

Meski minat peserta tergolong tinggi, panitia mengakui adanya tantangan dalam mencari narasumber lokal yang memiliki pengalaman langsung di industri pengembangan game. Keterbatasan tersebut menjadi salah satu catatan dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini.

Rafly menyampaikan bahwa minat terhadap kegiatan ini tergolong tinggi, namun ketersediaan pemateri di bidang game di Pontianak masih terbatas. Kegiatan “Infest Talk” dijadwalkan berlangsung pada 4 April 2026 dan terbuka untuk umum, dengan pendaftaran yang dapat dilakukan melalui platform yang disediakan panitia. Frans menambahkan harapan agar semakin banyak anak muda mulai tertarik untuk menciptakan dan mengembangkan game, tidak berhenti sebagai pengguna saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....