Tren Block Core dan Jersey Vintage di Pontianak

  • 25 Sep 2025 23:34 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Program Jaga Malam di Pro 2 RRI Pontianak, Rabu (24/9/2025), menghadirkan obrolan menarik seputar budaya vintage streetwear khususnya jersey sepak bola. Bersama penyiar Anwar, hadir narasumber Syuja Fitra Ichwani, kolektor sekaligus penjual jersey klasik lewat akun S22 Football Shirt.

Syuja bercerita bahwa ketertarikannya pada jersey sepak bola dimulai sejak SMP. Bahkan, sejak masa itu ia sudah mulai menjual berbagai pakaian, termasuk jersey. “Suj main jersey itu sejak SMP. Mulai-mulai iya, udah mulai jual-jual jersey,” ucanya. Hobinya berlanjut hingga kini, membuatnya dikenal sebagai salah satu penggiat jersey vintage di Pontianak.

Bagi Syuja, ada alasan personal mengapa ia sangat menyukai jersey lama. Menurutnya, setiap potongan kain itu adalah impian masa kecil yang akhirnya bisa ia wujudkan. “Dari sejak kecil kan kita pengin sesuatu yang belum tercapai. Akhirnya sekian kita bisa mengumpulin uang sekian baru bisa tercapai dengan jersey yang kita impikan waktu kecil,” ujarnya. Salah satu jersey yang ia idam-idamkan adalah Liverpool 95 Home.

Dalam program yang juga disiarkan live di Youtube Pro 2 tersebut, Syuja juga menunjukkan beberapa koleksi berharga miliknya, seperti Liverpool Centenary 92 berwarna hijau, hingga West Ham United 99 dengan sponsor Dr. Martens. Ia menyebut harga pasaran jersey asli bisa mencapai angka fantastis. “Yang paling mahal kamu lepas ada jersey apa kemarin? Liverpool debut Gerard itu yang home long sleeve all original juga, di 17 juta,” ucapnya blak-blakan.

Selain urusan koleksi, obrolan juga menyinggung soal perbedaan jersey asli dan tiruan. Syuja menilai, membeli barang palsu tidak hanya soal kualitas, tetapi juga soal sikap. “Menurut kamu Suja yang fake gitu justru apa ya? Baikkah atau sebenarnya buruk? Buruk, salah satu perilaku manusianya. Sangat menurunkan dari jersey klubnya juga,” katanya.

Tak hanya membahas koleksi, diskusi pun merambah tren block core culture. Menurut Syuja, gaya berpakaian ini terinspirasi dari hooligan Inggris yang memadukan jersey dengan celana jeans atau chino serta sepatu kasual. Ia menilai tren itu kini mulai masuk ke Indonesia, meski di Pontianak belum berkembang pesat. “Pemainnya belum bisa dibilang berkembang juga. Masih banyak yang belum tahu ya,” ujarnya.

Baca juga: Fresh Graduate, Passion, dan Jalan Mencari Kerja

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....