Sukses Berkebun, Ikuti Tips Berikut

  • 08 Feb 2025 09:19 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Memiliki tanaman sehat yang tumbuh subur dan berbuah lebat adalah impian para petani atau pecinta tanaman. Tak jarang bagi orang orang yang ingin berkebun terutama pemula sering kecewa karena tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut butuh pengetahuan mengenai tumbuh kembang tanaman dari mulai memilih bibit hingga perawatannya.

Berkebun merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan, bahkan dapat menghilangkan rasa penat setelah sibuk bekerja. Namun, terkadang seseorang yang baru mencoba memulai berkebun mengalami kegagalan yang tentunya disebabkan oleh beberapa faktor.

Terkadang tanaman tidak tumbuh subur, kerdil bahkan muncul hama yang mengganggu tanaman tersebut menjadikannya layu bahkan mati.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sukses berkebun:

1. Pemilihan Bibit

Pastikan bibit yang didapat berasal dari varietas unggul, yang tidak terserang hama. Jika bibit berasal dengan cara membeli, pilih dari sumber terpercaya seperti took pertanian, atau institusi penelitian tanaman.

2. Menyediakan Media Tanam yang Baik

Media tanam yang digunakan sebaiknya yang banyak mengandung unsur hara, memiliki drainase yang baik. Selain itu jenis media tanam yang mampu menopang tanaman dengan kokoh. Pastikan media tanam steril, bersih, sehat, tidak terkontaminasi jamur, virus, atau residu bahan kimia.

3. Penyiraman

Intensitas penyiraman pada tanaman yang baru ditanam lebih sering dibandingkan pada tanaman yang sudah tumbuh. Waktu penyiraman yang baik dapat dilakukan secara berkala pada pagi dan sore hari. Hindari penyiraman berlebih pada tanaman saat musim hujan. Pastikan air siraman keluar dengan baik melalui celah/lubang pada dasar pot.

4. Pemupukan

Penggunaan pupuk dapat berupa pupuk organik maupun pupuk kimia. Perlu memperhatikan waktu pemupukan, dosis serta jenis pupuk yang digunakan pada tanaman apakah fase vegetatif maupun generatif. Pada fase vegetatif dapat menggunakan pupuk yang mengandung Nitrogen. Pada fase generatif dapat menggunakan pupuk yang mengandung fosfat dan kalium.

5. Pengendalian Hama

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida organik, menangkap dengan tangan maupun dengan perangkap. Selain itu dapat menggunakan predator hama, maupun pestisida dari bahan kimia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....