Dukung Bakat Anak sejak Dini, Kepercayaan Diri Jadi Kunci

  • 22 Sep 2026 07:16 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pengembangan bakat dan prestasi anak perlu dilakukan sejak dini dengan tetap memperhatikan kenyamanan, kepercayaan diri, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Idola: Indonesia Layak Anak: RRI Pro 1 Pontianak dengan tema “Mendukung Bakat, Prestasi, dan Kepedulian Anak Sejak Dini” Minggu, 20 September 2026. Salah satu yang menjadi sorotan dalam dialog tersebut adalah Logan Yo, anak berusia lima tahun, duta HIV Cilik 2025, dan aktif mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari modeling, menyanyi, menari, hingga olahraga.

Ibunda Logan, Megawati, mengatakan bakat Logan awalnya terlihat dari kegemarannya menyanyi. Ia kemudian mengarahkan Logan mengikuti kegiatan vokal dan berbagai perlombaan di sekolah.

“Awalnya sih dia dari nyanyi karena dia hobi nyanyi. Nah, jadi saya coba bawa dia ke les vokal dan dia memang suka nyanyi,” ujar Megawati dalam dialog di RRI Pontianak.

Menurutnya, Logan kemudian mulai mengikuti berbagai perlombaan. Keberanian tampil di depan umum menjadi salah satu perkembangan yang terus diasah hingga akhirnya Logan mulai menekuni modeling. Megawati menegaskan, tujuan utama mengikuti berbagai kegiatan bukan semata-mata mengejar kemenangan. Menurutnya, pembentukan mental dan rasa percaya diri menjadi hal yang lebih penting bagi anak.

“Sebenarnya tujuan awalnya bukan untuk anak lomba itu mengejar prestasi atau menangnya. Saya lebih membentuk mental dia,” katanya.

Seiring mengikuti berbagai kegiatan, Logan disebut mengalami perubahan. Dari yang sebelumnya cenderung pemalu, kini lebih berani berinteraksi dan tampil di depan banyak orang. Megawati juga menyebut salah satu cara untuk membangun kepercayaan diri anak adalah memberikan kesempatan tampil secara langsung.

“Anak itu harus sering tampil. Jadi, semakin dia sering tampil, dia semakin membentuk mentalnya untuk lebih percaya diri,” jelasnya.

Sementara itu, Coach Modeling dan Pageant, Lea Candra, mengatakan pendekatan terhadap anak usia dini harus disesuaikan dengan karakter masing-masing. Menurutnya, anak perlu dibuat nyaman terlebih dahulu sebelum mendapatkan materi latihan.

“Untuk anak-anak yang usianya masih lima tahun atau empat tahun, hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat mereka merasa nyaman dulu. Merasa nyaman dan lakukan pendekatan,” ujar Lea.

Setelah anak merasa nyaman, kepercayaan dirinya dapat dikembangkan secara bertahap. Lea menilai anak juga perlu mendapatkan suasana latihan yang menyenangkan agar proses pembelajaran tidak terasa sebagai beban.

“Sebagai coach kita harus bisa beradaptasi dengan masing-masing anak. Misalnya ada anak yang cenderung tidak bisa menerima terlalu banyak materi, harus diselingi dengan bermain,” katanya.

Lea juga menekankan bahwa modeling bagi anak bukan sekadar kemampuan berjalan di atas panggung atau berpose. Menurutnya, pembentukan sikap dan tata krama juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

“Sebagai model kita bukan hanya harus bisa catwalk, lenggak-lenggok di panggung atau tampil, tapi kita juga harus bisa memberikan suatu pandangan yang baik kepada orang-orang sekitar bahwa model itu juga punya pembawaan yang bagus, tata krama yang baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembentukan sikap pada anak perlu dilakukan secara konsisten melalui kebiasaan sederhana, seperti mengucapkan terima kasih, meminta maaf, mengucapkan permisi, serta tidak memotong pembicaraan orang lain. Dalam dialog tersebut juga terungkap bahwa perkembangan anak membutuhkan kerja sama antara orang tua dan pelatih. Komunikasi dan saling berbagi informasi dinilai penting untuk mengetahui perkembangan maupun kekurangan anak setelah mengikuti latihan atau perlombaan.

“Memang dibutuhkan kerja sama antara coach dan orang tua agar si anak itu bisa lebih maksimal untuk segi perkembangannya, untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya,” tutur Lea.

Selain modeling dan menyanyi, Logan juga aktif melakukan berbagai kegiatan seperti dancing, swimming, dan badminton. Megawati mengatakan aktivitas tersebut diberikan agar Logan memiliki kegiatan positif, berinteraksi dengan teman sebaya, serta tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Dalam dialog RRI Pontianak, Logan juga diketahui telah meraih sejumlah prestasi. Salah satunya adalah penghargaan Anugerah Bintang PAUD Award 2026 kategori seni. Megawati berharap para orang tua tidak takut mengarahkan anak untuk mencoba berbagai kegiatan positif guna menemukan minat dan bakatnya.

“Jadi kita coba arahkan anaknya ke mana. Apakah anaknya cocok dinyanyi atau dimodeling, atau di musik atau di olahraga. Terus latihan dan terus semangat,” ujarnya.

Lea juga mengingatkan bahwa proses menemukan dan mengembangkan bakat anak membutuhkan waktu. Ia mengajak orang tua memberikan ruang bagi anak untuk mencoba berbagai aktivitas sesuai minatnya.

“Jangan pernah takut untuk mengarahkan mereka ke hal-hal yang positif. Karena dengan begitu kita bisa menemukan bakat anak itu yang sebenarnya,” katanya.

Menurut Lea, proses pengembangan bakat tidak dapat dilakukan secara instan. Anak perlu mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk terus belajar sambil tetap merasa nyaman dan bahagia.

Ia pun berpesan agar prestasi yang diraih tidak membuat anak melupakan sikap rendah hati.

“Tidak ada sesuatu yang instan. Oleh karena itu, jangan pernah menyerah dan tetap semangat. Dan harapan untuk Logan sendiri semoga ke depannya bisa menjadi lebih luar biasa, lebih bersinar, dan tentunya harus tetap rendah hati,” pungkasnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....