CukSen dan Sari Basule Rilis Ulang "Patamuan Dara Basule" dengan Balutan Alt-Rock

  • 09 Sep 2026 14:11 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID. Pontianak - Solois dan penulis lagu independen asal Pontianak, CukSen, resmi meluncurkan karya terbarunya yang bertajuk "Patamuan Dara Basule (Reimagined)" pada 9 September 2026. Dalam proyek musik ini, ia secara langsung menggandeng penyanyi aslinya, Sari Basule, untuk mengemas ulang lagu daerah Dayak Kanayatn legendaris yang pertama kali dirilis pada tahun 2004 tersebut.

Karya kolaborasi ini sudah dapat didengarkan secara resmi di seluruh platform streaming digital mulai hari ini. Tembang "Patamuan Dara Basule" sendiri memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat Kalimantan Barat. Lagu ini kerap diperdengarkan dalam perhelatan adat besar seperti Naik Dango dan Pekan Gawai Dayak, hingga berbagai acara kebudayaan berskala kecil.

Ketertarikan CukSen untuk memproduksi ulang karya ini didasari oleh kekagumannya terhadap keindahan melodi dan lirik lagu tersebut. Ia mendorong terciptanya karya ulang ini untuk menghadirkan lagu legendaris tersebut dengan pendekatan yang lebih relevan bagi para pendengar masa kini.

"Lagu ini sangat legendaris dan familiar bagi masyarakat Kalimantan Barat. Selain nadanya yang indah, liriknya juga punya daya pikat tersendiri. Saya ingin membawanya kembali ke permukaan agar generasi muda bisa mengapresiasi karya ini dengan nuansa yang lebih segar," ucap CukSen mengenai alasan di balik pembuatan karya ini.

Konsep Dwi Bahasa dan Eksplorasi Genre Baru

Potret solois CukSen dan penyanyi daerah Sari Basule dalam sesi pemotretan untuk proyek musik "Patamuan Dara Basule (Reimagined)". Keduanya tampil memadukan unsur busana etnik Dayak dan sentuhan modern, merepresentasikan perpaduan aransemen lagu tersebut. (Foto: Dok. Istimewa)

Versi reimagined ini tampil unik dengan mengusung konsep dwi bahasa. Dalam penggarapannya, CukSen menyanyikan bait lagu dalam terjemahan bahasa Indonesia, sedangkan Sari Basule tetap menyajikannya dengan mempertahankan keautentikan lirik asli berbahasa Dayak Kanayatn.

Dari sisi aransemen musik, lagu ini mengalami perombakan total. Kombinasi genre alternative rock dengan sentuhan hip-hop disajikan untuk memberikan energi yang lebih dinamis dan modern, tanpa menghilangkan identitas asli dari lagu tersebut. Dari segi pesan, lirik lagu ini menceritakan tentang getaran jatuh cinta pada pandangan pertama yang terus terngiang, di mana alam seolah turut memberikan restu atas pertemuan itu.

Proses penggarapan produksi single ini dilakukan seluruhnya di Pontianak bersama produser musik Sam Carlost. Proses penerjemahan liriknya dikerjakan secara bersama oleh CukSen dan Nichan. Lagu ini juga dibantu oleh Melano sebagai session guitarist guna memperkuat warna musik rock di dalamnya.

Sebagai informasi, CukSen merupakan musisi independen yang telah berkarier sejak tahun 2020 dan dikenal konsisten mengeksplorasi unsur budaya lokal ke dalam lagu-lagunya. Sementara itu, Sari Basule adalah penyanyi lagu daerah Kalimantan Barat yang aktif sejak 2004 dan kerap mengisi panggung kebudayaan Dayak, serta terus membuka ruang kolaborasi untuk merawat kelestarian musik lokal.

Baca juga: Sarri Basule Dorong Anak Muda Berkarya lewat Musik Budaya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....