Usung Warna Musik 70-an, Muzzkipper Resmi Rilis Single Debut “23.30”

  • 27 Agt 2026 12:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Unit rock and roll asal Pontianak, Muzzkipper, resmi memperkenalkan diri melalui single debut bertajuk “23.30”. Rilisan perdana tersebut menjadi langkah awal Muzzkipper untuk meramaikan skena musik independen Kalimantan Barat dengan karakter musik yang terinspirasi dari rock era 70-an.

Perjalanan terbentuknya Muzzkipper hingga proses kreatif di balik single “2330” dibagikan para personelnya dalam program Music Live Chat (MLC) RRI Pro 2 Pontianak, Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam sesi tersebut, Muzzkipper menceritakan awal terbentuknya band, inspirasi musik, hingga proses produksi karya perdana mereka.

Muzzkipper terbentuk pada 2024 dan kini digawangi Edo pada drum, Beng pada gitar, serta Alif sebagai vokalis. Perjalanan mereka turut didukung Hafiz atau Apit yang berperan sebagai manajer.

Menariknya, nama Muzzkipper berasal dari plesetan kata mudskipper, yakni nama ikan tembakul. Nama tersebut muncul ketika para personel sedang berkumpul di warung kopi dan melihat tulisan mudskipper pada pakaian salah seorang teman.

Muzzkipper dalam Dialog Music Live Chat (15/08/2026) (Foto: Tangkapan Layar Youtube Pro 2 Pontianak)

“Awalnya dari plesetan nama ikan mudskipper. Kebetulan ada kawan kita yang di bajunya ada tulisan itu, lalu kita sepakati dijadikan nama band,” ungkap Beng.

Sementara itu, “23.30” memiliki cerita tersendiri. Judul tersebut diambil dari waktu ketika lirik lagu ditulis secara spontan. Saat sedang berkumpul dan melakukan jamming di kontrakan, Apit menuangkan ide ke dalam lirik tepat pada pukul 23.30.

“Liriknya benar-benar spontan ditulis pas kita lagi ngumpul jamming di kontrakan. Waktu itu tepat jam 23.30 tengah malam, makanya langsung kita jadikan judul lagu,” kata Apit.

Dari sisi musikalitas, Muzzkipper memilih karakter rock era 70-an sebagai identitas musiknya. Sejumlah grup seperti Motörhead, Black Sabbath, dan Deep Purple menjadi inspirasi bagi mereka.

Edo mengatakan, karakter suara yang raw dan mentah menjadi salah satu hal yang ingin dipertahankan Muzzkipper dalam karya mereka.

“Kami memang senang dengerin musik 70-an. Sound-nya raw dan mentah, itu yang pengin kami kejar,” jelas Edo.

Untuk mendapatkan karakter suara tersebut, proses rekaman “23.30” dilakukan dengan metode live-take di studio. Menariknya, Muzzkipper mampu merekam empat materi lagu hanya dalam waktu sekitar dua jam.

Selain “2330”, tiga materi lain dari sesi rekaman tersebut direncanakan menyusul untuk dirilis. Rangkaian rilisan itu nantinya dipersiapkan sebagai bagian dari Extended Play (EP) perdana Muzzkipper.

Tak berhenti pada rilisan digital, Muzzkipper juga tengah mempersiapkan sejumlah proyek kreatif lainnya. Band ini berencana menghadirkan merchandise resmi serta rilisan fisik dalam format kaset pita sebagai bagian dari perjalanan mereka sebagai unit musik independen.

Single debut “23.30” kini sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital, di antaranya Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Muzzkipper berharap karya perdana tersebut dapat menjadi pintu awal untuk memperkenalkan karakter musik mereka kepada pendengar yang lebih luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....