Creative Lab Vol. 2 Bongkar Proses Kreatif Penulisan Lirik
- 26 Jul 2026 13:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Menulis sebuah karya tidak selalu harus berangkat dari pengalaman pribadi. Ide dapat muncul dari berbagai hal, mulai dari pengalaman orang lain, cerita, hingga imajinasi. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Creative Lab Vol. 2 yang digagas oleh Djagad Karja di Kota Pontianak.
Kegiatan yang digelar di Space for Everyone Coffee, Pontianak, Jumat malam, 24 Juli 2026, menghadirkan musisi lokal, Topan dari Manjakani, serta penulis, sastrawan, dan aktivis budaya-lingkungan asal Kalimantan Barat, Abroorza Yusra. Diskusi dipandu oleh moderator Naufal Rifqi.
Creative Lab Vol. 2 menjadi ruang diskusi interaktif yang mempertemukan masyarakat umum dengan para pelaku seni dan penggiat industri kreatif di Pontianak. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak berbagi pengalaman mengenai proses kreatif dalam menghasilkan karya, khususnya dalam dunia musik dan kepenulisan.
Salah satu pembahasan menarik dalam diskusi tersebut adalah proses menciptakan lirik lagu. Topan mengatakan, ide dalam menulis sebuah karya dapat datang dari berbagai sumber. Menurutnya, pengalaman pribadi maupun orang lain hingga imajinasi dapat diolah menjadi sebuah karya.
"Bisa dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, bahkan imajinasi seseorang," tutur Topan.
Sebagai personel Manjakani, Topan juga membagikan pengalaman serta tantangan yang dihadapinya dalam proses kreatif menulis lirik. Ia mengaku sempat merasa tidak percaya diri dalam menulis, sebelum akhirnya mulai berani mengambil peran lebih besar dalam proses kreatif album kedua Manjakani.
Sementara itu, Abroorza Yusra menceritakan perjalanannya di dunia kepenulisan. Menurutnya, menulis menjadi salah satu cara untuk menuangkan ide sekaligus mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya. Kecintaannya terhadap dunia kepenulisan juga menjadi alasan untuk terus menghasilkan karya.
"Lebih asik menuangkan hal itu dalam bentuk kata-kata," ujar Abroorza.
Abroorza juga membagikan proses panjang di balik karya buku pertamanya. Ia mengungkapkan, proses pengerjaan buku tersebut membutuhkan waktu hingga delapan tahun, termasuk untuk melakukan riset dan penulisan.
Selain membahas pengalaman menulis, Creative Lab Vol. 2 turut menggelar sesi bedah lirik lagu dari sejumlah musisi lokal Pontianak. Karya dari Manjakani, LAS!, Syndrama, Stromberry Blue, hingga Wai Rejected dibahas bersama untuk mengulik makna serta proses kepenulisan di balik liriknya.
Hadirnya sejumlah perwakilan band yang karyanya turut dibahas membuat diskusi berlangsung semakin mendalam dan interaktif. Peserta juga aktif memberikan tanggapan serta berdiskusi bersama para narasumber mengenai tantangan dalam menciptakan sebuah karya.
Creative Lab Vol. 2 diharapkan dapat menjadi wadah bagi musisi, penulis, pelaku seni, serta masyarakat umum untuk saling bertukar pengalaman dan wawasan mengenai proses kreatif. Kehadiran ruang diskusi semacam ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong perkembangan ekosistem industri kreatif di Kota Pontianak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....