Dari Pengalaman Hidup Jadi Lagu, Cuksen Terus Eksplorasi Musik tanpa Batas
- 30 Mei 2026 15:14 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Musisi muda asal Pontianak, Cuksen, terus menunjukkan konsistensinya di industri musik independen melalui eksplorasi berbagai genre dan karya personal yang lahir dari pengalaman hidup. Dalam program Music Live Chat, Cuksen membagikan perjalanan bermusiknya, mulai dari awal mengenal musik hingga rencana merilis album kedua.
Nama panggung “Cuksen” ternyata memiliki cerita tersendiri. Musisi tersebut mengungkapkan bahwa nama itu berasal dari nama Tionghoa pemberian sang nenek. Nama tersebut kemudian dipilih menjadi identitas panggung agar terasa lebih akrab bagi pendengar.
Kecintaannya terhadap musik telah tumbuh sejak kecil. Cuksen mengaku mulai dikenalkan dengan musik oleh kedua orang tuanya sejak duduk di bangku kelas 2 SD melalui les piano. Namun, ketertarikan yang lebih serius mulai tumbuh saat SMP ketika dirinya membawa gitar ke sekolah dan diajak membentuk band bersama teman-temannya.
Selain bernyanyi, Cuksen juga memiliki kemampuan memainkan sejumlah alat musik seperti gitar, bass, piano, hingga cajon. Bakat bermusiknya turut dipengaruhi oleh sang ibu yang pernah menjadi vokalis band pada masanya. Bahkan, ibunya juga menjadi sosok yang mengajarkan gitar kepada Cuksen saat SMP.

Karier musik solo Cuksen dimulai sejak tahun 2020 dengan perilisan single perdananya. Dalam proses produksi karya, ia banyak bekerja sama dengan musisi lokal Farhan Pablo Underground Cartel yang dinilai memiliki kecocokan selera musik.
“Single solo aku kebanyakan beat-nya itu dibuat sama musisi lokal, namanya Farhan Pablo Underground Cartel,” ujar Cuksen.
Hingga saat ini, Cuksen telah merilis satu album berjudul Quarter Lab yang berisi sembilan lagu serta lima single. Album tersebut terinspirasi dari fase quarter life crisis yang dialaminya. Nama Quarter Lab sendiri merupakan gabungan dari kata quarter dan laboratorium, menggambarkan perjalanan hidup yang penuh eksperimen dan dinamika emosional.
Beragam genre musik juga telah dieksplorasi oleh Cuksen, mulai dari rap, hip hop, R&B, lo-fi, EDM, pop, drill x jersey, emo, hingga akustik. Namun, ia mengaku paling nyaman berkarya di genre emo, R&B, dan akustik. Lagu-lagu ciptaannya sebagian besar diangkat dari pengalaman pribadi sebagai bentuk refleksi sekaligus motivasi untuk terus berkarya.
Pada Desember 2025, Cuksen merilis single “Glow” yang menceritakan masa kelam dan perjuangannya menemukan kembali jati diri. Sementara itu, single terbarunya bertajuk “Jangan Hilang Yah” hadir dengan nuansa akustik dan terinspirasi dari pengalaman pribadi. Tidak hanya itu, ia juga merilis lagu “Time To Shine Brighter” yang dibuat khusus untuk perayaan Cap Go Meh dengan sentuhan instrumen khas Tionghoa. Ke depan, Cuksen mengungkapkan tengah mempersiapkan album keduanya sebagai kelanjutan perjalanan musikalnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....