Mengenal Perbedaan Rhodium dan Stainless Steel pada Perhiasan

  • 22 Mei 2026 17:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Perhiasan berbahan stainless steel dan rhodium semakin populer karena dinilai lebih terjangkau dibanding emas asli, tetapi tetap memiliki tampilan elegan. Mulai dari cincin, gelang, kalung, hingga anting, kedua bahan ini kini banyak digunakan untuk perhiasan harian.

Meski sering ditemui di pasaran, masih banyak masyarakat yang bingung mengenai perbedaan stainless steel dan rhodium, termasuk soal ketahanan, keamanan untuk kulit, hingga daya tahannya dalam penggunaan sehari-hari. Stainless steel merupakan campuran logam yang mengandung besi, kromium, dan unsur lain yang membuatnya kuat serta tahan korosi.

Dalam dunia perhiasan, jenis yang paling sering digunakan adalah 316L stainless steel karena dikenal lebih tahan karat dan relatif aman untuk kulit. Bahan ini banyak dipilih untuk perhiasan harian karena sifatnya kuat, tahan air, dan minim perawatan. Selain digunakan pada cincin dan gelang, stainless steel juga umum ditemukan pada jam tangan dan aksesoris lain yang sering terkena air.

Menurut penelitian dalam Journal of Materials Engineering and Performance, stainless steel memiliki ketahanan korosi tinggi berkat lapisan kromium oksida pada permukaannya yang membantu melindungi logam dari karat. Sementara itu, rhodium sebenarnya bukan bahan dasar utama perhiasan, melainkan logam mulia langka berwarna putih mengilap yang digunakan sebagai lapisan pelindung pada perhiasan, terutama emas putih dan perak.

Lapisan rhodium membuat perhiasan terlihat lebih cerah, mengilap, dan memberi kesan mewah. Selain itu, rhodium juga dikenal tahan oksidasi sehingga membantu menjaga tampilan perhiasan tetap berkilau. Menurut The Royal Society of Chemistry, rhodium termasuk salah satu logam mulia dengan ketahanan korosi dan oksidasi yang sangat tinggi.

Meski dikenal tahan lama, stainless steel tetap bisa mengalami perubahan warna jika kualitas logam rendah atau terlalu sering terkena bahan kimia, parfum, air laut, maupun kelembapan ekstrem dalam jangka panjang. Sedangkan pada perhiasan rhodium, lapisan mengilapnya dapat memudar seiring waktu, terutama jika sering terkena gesekan atau dipakai saat mandi dan beraktivitas sehari-hari.

Karena itu, beberapa perhiasan rhodium memerlukan proses replating atau pelapisan ulang agar tampilannya kembali berkilau. Dari segi penggunaan, stainless steel lebih cocok untuk masyarakat yang menginginkan perhiasan awet, praktis, dan tahan dipakai sehari-hari. Bahannya juga cenderung lebih tahan gores dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Di sisi lain, rhodium lebih unggul dari segi tampilan karena memberikan efek mengilap yang elegan dan mewah. Namun, perawatannya cenderung lebih ekstra karena lapisannya bisa menipis seiring pemakaian.

Untuk keamanan kulit, stainless steel 316L umumnya tergolong hypoallergenic dan aman digunakan banyak orang. Sementara rhodium juga sering dipilih sebagai lapisan tambahan untuk mengurangi risiko iritasi pada kulit sensitif.

Pada akhirnya, pemilihan antara stainless steel dan rhodium kembali bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna. Stainless steel lebih cocok bagi yang mengutamakan ketahanan dan kepraktisan, sedangkan rhodium lebih sesuai untuk yang ingin tampilan perhiasan lebih elegan dan berkilau.

Baca juga: Air Fryer Semakin Populer, Apakah Benar Lebih Sehat?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....