Orang Kaya Baru Tak Lagi Pamer Mobil, tapi Waktu Luang

  • 13 Mei 2026 08:08 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Dulu, simbol kesuksesan di Indonesia identik dengan mobil mewah, rumah besar, dan barang bermerek. Semakin mahal barang yang dipamerkan, semakin tinggi pula citra status sosial seseorang. Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul perubahan menarik di kalangan orang kaya baru. Mereka tidak lagi terlalu fokus menunjukkan kemewahan dalam bentuk barang, melainkan sesuatu yang jauh lebih sulit dimiliki banyak orang: waktu luang.

Fenomena ini terlihat jelas di media sosial. Jika dulu unggahan tentang kendaraan mewah mendominasi, kini banyak orang lebih sering memperlihatkan gaya hidup santai seperti bekerja dari kafe, traveling tanpa batas waktu, olahraga pagi di hari kerja, atau menikmati hidup tanpa jadwal yang padat. Bagi generasi kaya baru, kemampuan memiliki waktu bebas justru dianggap lebih eksklusif dibanding sekadar memiliki aset mahal.

Perubahan ini terjadi karena pola pikir tentang kekayaan mulai bergeser. Banyak anak muda sukses melihat bahwa bekerja tanpa henti demi mengejar simbol kemewahan justru mengorbankan kesehatan dan kehidupan pribadi. Mereka mulai menilai bahwa sukses bukan hanya soal berapa besar penghasilan, tetapi seberapa besar kendali terhadap waktu sendiri. Orang yang bisa bekerja fleksibel, tidak terikat jam kantor, dan memiliki kebebasan menentukan hidup dianggap lebih “kaya” dibanding mereka yang terus sibuk mengejar target.

Selain itu, budaya pamer kekayaan secara terang-terangan mulai dianggap kurang relevan. Di era digital, hampir semua orang bisa terlihat kaya di media sosial, bahkan dengan kondisi finansial yang sebenarnya biasa saja. Karena itu, bentuk status sosial ikut berubah. Quiet luxury atau kemewahan yang tidak mencolok mulai menjadi tren baru. Orang kaya baru lebih memilih pengalaman eksklusif, kualitas hidup, dan ketenangan dibanding menunjukkan barang mahal kepada publik.

Fenomena ini juga dipengaruhi munculnya ekonomi digital dan pekerjaan modern. Banyak anak muda kini memperoleh penghasilan dari bisnis online, investasi, konten digital, atau pekerjaan remote yang memberi fleksibilitas lebih besar. Mereka tidak selalu harus datang ke kantor setiap hari untuk menghasilkan uang. Akibatnya, waktu menjadi aset yang jauh lebih bernilai daripada sekadar kendaraan atau gaya hidup glamor.

Di tengah tekanan hidup modern yang semakin tinggi, waktu luang perlahan berubah menjadi simbol kemewahan baru di Indonesia. Sebab pada akhirnya, tidak semua orang mampu membeli kebebasan untuk menikmati hidup dengan tenang. Mobil mahal bisa dicicil, barang mewah bisa dibeli, tetapi memiliki waktu untuk diri sendiri tanpa tekanan pekerjaan adalah sesuatu yang justru semakin langka di era sekarang.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....