Dua Dekade Tertunda, Sarri Basule Akhirnya Rilis “Bakung 2006”

  • 09 Apr 2026 17:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Program “Ngander” di Pro 4 RRI Pontianak, Rabu, 8 April 2026, kembali menghadirkan kisah menarik dari pelaku seni lokal. Kali ini, penyanyi lagu daerah Sarri Basule membagikan cerita di balik perilisan lagu terbarunya berjudul “Bakung 2006”, sebuah karya lama yang baru dirilis setelah dua dekade.

Dalam perbincangan bersama host Ibeng, Sarri mengungkapkan bahwa lagu tersebut sebenarnya telah diciptakan sejak tahun 2006, saat dirinya berada di sebuah wilayah bernama Bakung di Kabupaten Landak. Inspirasi lagu muncul dari kehidupan sederhana masyarakat setempat yang ia saksikan secara langsung.

“Iya, Bang. Ini aku ciptain tuh spontan aja. Waktu itu aku lagi ada di suatu tempat memang namanya Bakung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lagu tersebut merekam keseharian masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam, termasuk momen kebersamaan pasangan yang beraktivitas bersama di lingkungan mereka. Nuansa sederhana itulah yang kemudian diolah menjadi cerita dalam lagu.

“Jadi aku ngelihat keseharian mereka aja kayak romantis banget sih. Romantis dalam versi di sana gitu loh,” katanya.

Meski telah diciptakan sejak lama, Sarri mengaku baru memiliki kesempatan untuk merilis lagu tersebut pada 2026. Keputusan ini tidak lepas dari kesibukannya di masa lalu yang membuat banyak karya tertunda.

“Jadi aku nulis aja waktu itu aku ciptain di 2006 dan baru aku keluarin 2026 Abang 20 tahun yang lalu loh baru dikeluarkan sekarang,” ucapnya.

Perilisan “Bakung 2006” juga menjadi bagian dari langkah awal Sarri kembali aktif di dunia musik setelah vakum cukup lama. Lagu ini bahkan sempat dirilis dalam bentuk animasi terlebih dahulu untuk mengejar kebutuhan penayangan.

“Dan dan ini aku ngeluarinnya pakai animasi dulu karena mau dibawa untuk lagu pilihan Pekan Gawai Dayak,” katanya, menjelaskan.

Menariknya, lagu ini bukan satu-satunya karya lama yang ia simpan. Sarri menyebut masih ada beberapa lagu lain yang belum sempat dirilis, termasuk karya yang telah selesai diproduksi namun belum dipublikasikan secara luas.

“Lagu Riuh dari Aan itu 2 tahun yang lalu sudah jadi semua tapi belum. Aku tuh belum upload enggak ya? Upload enggak ya gitu kan,” ujarnya.

Kehadiran “Bakung 2006” menjadi simbol bahwa karya seni mampu melampaui waktu. Bagi Sarri, momen perilisannya menghadirkan kembali cerita lama yang sempat tertunda sekaligus membuka ruang baru bagi karya tersebut untuk dikenal lebih luas.

Melalui perilisan ini, ia berharap karya-karya musik daerah tetap mendapat ruang di tengah perkembangan zaman, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya tanpa batas waktu.

Baca juga: Group Band Beraliran Melodic Hardcore Ini, Ramaikan Ramadhan Vaganza

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....