Tradisi Baju Baru Lebaran, antara Kewajaran dan Gaya Hidup Konsumtif

  • 31 Mar 2026 18:08 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Tradisi mengenakan baju baru saat Hari Raya Idulfitri menjadi bagian yang melekat di tengah masyarakat, termasuk di kalangan pelajar. Namun, fenomena ini dinilai mulai bergeser ke arah konsumtif jika tidak disikapi secara bijak.‎

Kepala SMAN 9 Pontianak, Krisnawati Purnamasari, mengatakan bahwa kebiasaan membeli baju baru saat Lebaran sejatinya merupakan hal yang wajar dan sudah berlangsung sejak lama.‎

"Biasanya orang tua memberikan baju baru sebagai bentuk hadiah setelah anak-anak menjalani puasa selama satu bulan. Itu hal yang baik, apalagi untuk tampil lebih rapi saat bersilaturahmi," ujarnya pada Ruang Terbuka RRI Pontianak, Selasa 31 Maret 2026.‎

Menurutnya, tradisi tersebut tidak menjadi masalah selama masih dalam batas kewajaran. Namun, ia mengingatkan agar tidak menjadikan baju baru sebagai tuntutan yang harus mengikuti tren atau harga tertentu.‎

"Tapi ketika baju baru itu menjadi suatu keharusan, harus ragaman, modelnya harus tertentu, harganya juga harus yang lumayan. Nah, itu mungkin menjadi konsumtif," katanya.‎

Ia juga menilai, fenomena pamer baju baru di media sosial belum menjadi tren dominan di kalangan pelajar, melainkan lebih banyak dilakukan oleh figur publik untuk kebutuhan konten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....