Risoles Lusi: Gigitan Renyah yang Menghangatkan Suasana Keluarga
- 17 Feb 2026 12:57 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Aroma gurih yang khas langsung menyeruak memenuhi ruang tengah ketika wadah plastik berwarna cokelat itu diletakkan di atas karpet hijau bermotif. Di dalamnya, lima potong risoles gemuk berwarna kuning keemasan berjejer rapi. Balutan tepung panir yang kasar menjanjikan tekstur renyah pada gigitan pertama, sementara beberapa butir cabai rawit hijau yang terselip di antaranya seolah menantang siapa saja pencinta sensasi pedas.
Tampilannya mungkin sederhana, jauh dari kesan mewah hidangan restoran bintang lima. Namun, bagi keluarga besar yang hari ini berkumpul, sajian ini memiliki nilai yang tak terukur. Inilah "Risoles Lusi", primadona kuliner yang selalu dinanti dalam setiap acara khusus keluarga kami.
Dinamai demikian sebagai bentuk apresiasi kepada pembuatnya Tante Lusi, sosok yang tangannya seolah memiliki magis tersendiri saat di dapur. Risoles ini tidak dibeli di pasar atau dipesan lewat aplikasi online. Ia lahir dari ketelatenan di dapur rumah sejak pagi buta. Mulai dari membuat kulit yang tipis namun lentur, memasak isian ragout ayam dan sayur yang creamy nan gurih, hingga menggulung dan menggorengnya dengan tingkat kematangan yang sempurna.
Hari ini, Minggu, 15 Februari 2026 rumah terasa lebih ramai dari biasanya. Ada syukuran kecil untuk merayakan kelulusan salah satu sepupu. Sanak saudara dari berbagai penjuru kota menyempatkan hadir. Dan seperti sudah menjadi tradisi tak tertulis, kehadiran Risoles Lusi menjadi penanda dimulainya momen keakraban yang sesungguhnya.
"Wah, ini dia yang ditunggu-tunggu!" seru seorang paman sambil segera meraih satu potong risoles yang masih hangat.
Suasana kekeluargaan pun semakin kental terasa. Kami duduk melingkar secara lesehan di atas karpet, mengabaikan sofa-sofa empuk demi bisa duduk lebih rapat satu sama lain. Terdengar paduan suara renyah "kres" saat kulit risoles beradu dengan gigi, disusul desisan kecil menahan pedas saat cabai rawit digigit.
Di sela-sela kenikmatan menyantap risoles, obrolan mengalir deras. Tawa meledak ketika mengenang cerita lucu masa kecil, diselingi diskusi serius tentang rencana masa depan, hingga sekadar berbagi kabar receh sehari-hari. Piring-piring kecil berpindah tangan, gelas-gelas teh manis diisi ulang, dan wadah Risoles Lusi perlahan tapi pasti mulai kosong.
Sajian ini membuktikan bahwa perekat hubungan keluarga yang paling kuat seringkali hadir dalam bentuk yang sederhana. Risoles Lusi bukan sekadar gorengan; ia adalah wujud kasih sayang yang bisa dicicipi, sebuah alasan untuk berkumpul, dan medium yang menghangatkan interaksi di antara kami.
Sore itu, di atas karpet hijau dan ditemani sisa remah-remah tepung panir, kami menyadari satu hal: kebahagiaan keluarga itu sederhana. Cukup dengan berkumpul bersama, berbagi cerita, dan menikmati masakan penuh cinta yang dibuat oleh tangan kerabat sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....